Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Apa Itu Eurodolar dan Mengapa Penting Untuk Dunia?

Apakah kamu tahu bahwa saat ini ada sekitar 13 triliun dolar yang beredar di seluruh dunia? Biasanya, uang sebanyak itu tidak dibuat oleh Federal Reserve, bank-bank di Amerika, atau diawasi oleh pemerintah AS.

Uang ini disebut sebagai eurodolar. Eurodolar adalah uang dolar yang ada di luar Amerika dan tidak diatur oleh bank sentral Amerika, yaitu Federal Reserve. Ada sesuatu yang menarik dan penting dari eurodolar ini.

Setelah Perang Dunia II, banyak uang dolar dari AS tertumpuk di bank-bank luar negeri. Bank-bank di Uni Soviet, Inggris, bahkan negara-negara Timur Tengah menyimpan dolar tersebut. Mereka tidak ingin mengirim kembali dolar itu ke AS. Jadi, mereka mulai meminjamkan dolar tersebut kepada perusahaan dan negara lain.

Bayangkan, sebuah bank di London meminjamkan dolar kepada perusahaan di luar negeri. Lalu, perusahaan itu menyimpan dolar tersebut di bank lain dan bank itu kembali meminjamkan dolar lagi. Sehingga, dolar itu terus berputar dan bertambah jumlahnya. Sistem ini berkembang selama puluhan tahun dan disebut sebagai sistem eurodolar.

Hingga tahun 2023, jumlah eurodolar ini berkembang pesat, mencapai lebih dari 13 triliun dolar. Jumlah ini bahkan lebih besar dari seluruh uang yang ada di Amerika dan juga melebihi PDB (Produk Domestik Bruto) dari China. Jika sistem ini mengalami masalah, bisa-bisa seluruh dunia ikut terkena dampaknya, seperti yang terjadi saat krisis keuangan besar pada tahun 2008.

Bayangkan, setiap kali Amerika menaikkan suku bunga, biaya pinjaman dolar juga naik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, Afrika, dan beberapa negara lain. Negara-negara berkembang biasanya punya utang besar dalam dolar, sekitar 4 triliun dolar. Jika dolar menjadi lebih mahal, negara-negara ini harus membayar lebih banyak, dan harga barang, bahan makanan, energi, bahkan obat-obatan bisa melonjak karena semuanya dihitung dalam dolar.

"Dollar adalah senjata paling kuat di dunia, dan juga yang paling berbahaya," kata Robert Kiyosaki. Artinya, dolar memiliki kekuasaan besar dalam pengaruh ekonomi dunia. Tetapi, yang membahayakan adalah orang-orang yang sangat membutuhkan dolar tidak memiliki kendali atasnya.

Biasanya, sekolah dan berita hanya membahas tentang tabungan, deposito, dan pasar saham. Tapi, mereka lupa membicarakan sistem uang dolar yang tak terlihat ini, yang sebenarnya menentukan apakah perdagangan global berjalan lancar atau malah berhenti.

Perusahaan dari berbagai negara—Jerman, Brasil, Jepang, Korea Selatan—meminjam dolar secara offshore. Bank-bank luar negeri ini kemudian menggandakan deposito dolar tersebut. Jika terjadi krisis, mereka kesulitan mendapatkan dolar, dan pasar kredit pun membeku, nilai mata uang bisa anjlok, dan negara-negara berkembang mengalami kesulitan dalam membeli kebutuhan pokok seperti makanan dan energi, yang semuanya dihitung dalam dolar.

Meskipun tidak disadari banyak orang, uang dolar yang beredar secara rahasia ini adalah kekuatan utama di balik stabilitas dan kerentanan ekonomi global saat ini. Sistem ini, yang berkembang sejak tahun 1950-an, serasa tidak terlihat tapi sangat kuat yang mengendalikan ekonomi dunia.

Jika sistem ini mengalami kerusakan lagi, pertanyaannya adalah, apakah kita sudah siap menghadapinya? Kelalaian dalam memahami sistem uang ini bisa berakibat besar, dan hanya orang-orang yang pintar menjaga asetnya yang sudah mulai mempersiapkan diri bisa selamat dari krisis mendatang.