Kota Batu, sebuah kota yang terkenal sebagai destinasi wisata di Indonesia, telah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, saat berbicara di forum internasional yang bernama The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit.
Forum ini merupakan acara penting yang mempertemukan para pemimpin kota dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Tema yang diangkat adalah "Together We Bring Health Solutions" atau "Bersama Kita Membawa Solusi Kesehatan." Forum ini membahas berbagai tantangan dalam bidang kesehatan kota, termasuk isu pengendalian rokok yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
APCAT sendiri adalah jaringan kerja sama antar kota di kawasan Asia Pasifik yang fokus pada pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata dari Kota Batu adalah penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Melalui kebijakan ini, kota berusaha melindungi warga dan wisatawan dari bahaya asap rokok.
Wali Kota Batu, Cak Nur, menjelaskan bahwa Kota Batu sebagai kota wisata sangat memprioritaskan kesehatan warga dan pengunjung. Ia menegaskan, "Implementasi kawasan tanpa rokok di kota ini dilakukan secara bertahap tetapi tetap konsisten." Kebijakan ini sudah diterapkan di berbagai tempat strategis, seperti alun-alun, kantor Balai Kota, serta destinasi wisata utama.
Selain di tempat umum, pemerintah juga melarang merokok oleh pengemudi kendaraan umum, seperti angkutan kota dan angkutan pelajar saat mengantar siswa. Upaya ini dilakukan agar anak-anak dan keluarga terlindungi dari paparan asap rokok yang berbahaya.
Cak Nur menambahkan bahwa langkah-langkah ini adalah bagian dari usaha melindungi generasi muda serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Pemerintah kota juga memberi apresiasi kepada perusahaan swasta dan instansi pemerintahan yang mendukung dan menjalankan Perda KTR dan kebijakan kawasan tanpa rokok.
Presentasi Kota Batu di forum ini mendapatkan sambutan positif dari peserta lain, termasuk kepala daerah dari berbagai negara. Mereka mengapresiasi kebijakan Batu yang dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan perkotaan saat ini.
Pihak panitia berharap, kota seperti Batu bisa menjadi contoh dan berkontribusi dalam percakapan regional dan dunia tentang solusi kesehatan di kota-kota besar.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa keberhasilan gerakan APCAT tergantung pada tiga hal penting: inovasi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan regenerasi pemimpin muda. Ia menambahkan, tantangan utama adalah melawan industri tembakau yang agresif, karena Indonesia berada di posisi kelima dunia dengan jumlah perokok mencapai 38,2 persen pada tahun 2026.
Bima Arya menegaskan, "Kondisi ini menuntut keberanian dan ketegasan kepala daerah dalam membuat kebijakan yang melindungi kesehatan masyarakat." Dengan langkah ini, diharapkan kota-kota di kawasan dapat menjadi lebih sehat dan ramah bagi seluruh warga, termasuk generasi muda.
kawasan tanpa rokok Kota Batu kesehatan masyarakat APCAT Summit pengendalian tembakau
