Sebuah kabar baik datang dari Kota Batu. Kota ini sukses mendapatkan penghargaan bernama Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang berhasil memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang tinggi dan berkelanjutan kepada masyarakatnya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia memberikan trofi tersebut kepada Wali Kota Batu, Nurochman, dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Pada acara itu, tercatat sebanyak 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota di seluruh Indonesia juga menerima penghargaan ini atas keberhasilan mereka dalam memperluas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program JKN adalah sebuah sistem perlindungan kesehatan yang diatur pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Kota Batu dinilai layak mendapatkan penghargaan ini karena berhasil memenuhi berbagai indikator utama. Salah satunya, lebih dari 98 persen penduduk kota tersebut telah menjadi peserta JKN. Selain itu, tingkat keaktifan peserta, yaitu mereka yang benar-benar rutin memanfaatkan fasilitas kesehatan, mencapai lebih dari 80 persen.
Selain angka partisipasi, keberhasilan finansial juga menjadi catatan penting. Pemerintah Kota Batu menunjukkan komitmen besar dengan kontribusi dalam pembiayaan iuran Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mencapai lebih dari 38 persen. Padahal, batas minimal nasional hanya 30 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemkot sangat serius dalam memastikan program ini berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah bukti kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah daerah. Ia menambahkan, “Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi sebagai bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menjamin hak dasar warga, khususnya di bidang kesehatan.”
Lebih lanjut, Nurochman menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi agar pemerintah kota terus berupaya agar seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Ia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama antar berbagai sektor serta meningkatkan mutu layanan kesehatan agar warga bisa mengakses fasilitas kesehatan dengan mudah dan merata.
Dia juga menyebutkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah peserta JKN, tetapi juga meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan. Untuk itu, BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi, seperti memperluas akses fasilitas kesehatan, digitalisasi layanan, dan menyederhanakan proses administrasi.
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program JKN adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah bekerja keras menjaga keberlanjutan program ini, tidak hanya sekadar mencapai target jumlah peserta, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan berkualitas tinggi.
Memiliki cita-cita, Cak Imin — begitu ia akrab disapa — menargetkan cakupan peserta JKN bisa mencapai 99 persen dari seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2029. Ia juga mengingatkan agar tidak ada daerah yang mengalami penurunan jumlah peserta aktif. Pemerintah daerah harus terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Penghargaan UHC Award 2026 ini diharapkan bisa menjadi semangat baru bagi Kota Batu untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan memiliki sumber daya manusia yang sehat dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Penghargaan UHC 2026 Kota Batu Jaminan Kesehatan Nasional kesehatan masyarakat BPJS Kesehatan
