Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Arsari Group dan Northstar Bangun Infrastruktur Serat Optik Digital di Indonesia

Perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan kedua perusahaan besar, yaitu Arsari Group dan Northstar Group. Mereka membangun sebuah perusahaan baru bernama FiberCo, yang akan fokus pada pembangunan jaringan serat optik digital di seluruh Indonesia.

Jaringan serat optik adalah kabel yang sangat tipis dan transparan yang digunakan untuk mengirim data internet dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi. Dengan adanya FiberCo, Indonesia akan memiliki infrastruktur internet yang lebih kuat dan merata di seluruh wilayahnya. Ini adalah langkah penting agar semua orang, baik di kota maupun di desa, dapat menikmati layanan internet berkualitas.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa kerjasama ini lahir dari visi jangka panjang untuk mendukung pembangunan digital nasional. Ia menyampaikan, “Dengan kemitraan ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia, menyediakan layanan digital dengan standar internasional, dan mempercepat transformasi digital secara berkelanjutan.”

Vikram menambahkan bahwa kolaborasi ini dilakukan dengan pendekatan yang gesit dan tanpa membutuhkan banyak aset besar. “Ini membuat platform serat optik yang dibangun menjadi lebih tangguh, independen, dan mampu menghadapi kebutuhan layanan digital di masa depan,” jelasnya.

Inisiatif ini juga mendukung langkah perusahaan untuk bertransformasi menjadi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI). FiberCo akan berperan sebagai infrastruktur AI yang mampu meningkatkan pelayanan digital serta mendukung kemajuan teknologi Indonesia secara umum. Sebagai entitas baru, FiberCo diharapkan mampu memberikan manfaat nyata untuk masyarakat, industri, dan pemegang sahamnya.

Bagaimana dengan manfaat bagi Indonesia? Melalui kerjasama ini, diharapkan jaringan serat optik yang luas bisa mempercepat pemerataan layanan internet. Infrastruktur ini akan membantu pertumbuhan ekonomi berbasis AI dan memperkuat visinya dalam mewujudkan Indonesia Emas, sebuah cita-cita Indonesia menjadi bangsa maju dan digital.

Untuk pemilik saham Indosat, transaksi ini bernilai sekitar Rp14,6 triliun. Mereka akan mengalihkan aset serat optik miliknya ke FiberCo, tetapi tetap memegang sekitar 45% saham di perusahaan baru ini. Dana dari transaksi ini akan dipakai untuk memperluas jaringan 5G dan mengembangkan teknologi AI perusahaan, sehingga semakin memperkuat posisi Indosat di industri telekomunikasi.

Selain itu, Aryo P.S. Djojohadikusumo dari Arsari Group menegaskan bahwa perusahaan mereka berkomitmen mendukung pembangunan nasional melalui infrastruktur digital. Ia menyatakan, “Konektivitas digital kini menjadi kebutuhan utama bagi kestabilan ekonomi, sama pentingnya dengan energi dan logistik fisik.”

Usaha sama ini juga menunjukkan peran penting sektor swasta dalam membangun Indonesia. Meskipun pemerintah memiliki rencana besar untuk memperluas internet di seluruh daerah, peran perusahaan swasta sangat membantu mempercepat proses tersebut, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

Jaringan FiberCo sendiri akan mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, termasuk kabel laut dan infrastruktur menghubungkan menara telekomunikasi serta kawasan bisnis. Sebagian besar jaringan ini berada di Pulau Jawa, tetapi sebagian lagi tersebar di luar Jawa. FiberCo akan beroperasi sebagai perusahaan independen yang menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan internet, agar seluruh masyarakat dan bisnis bisa mendapatkan manfaatnya.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi utama layanan digital masa depan Indonesia. Dengan adanya platform ini, layanan internet di Indonesia akan semakin cepat dan merata, mendukung kemajuan teknologi, dan mempercepat transformasi digital nasional secara berkelanjutan.

Vikram Sinha menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah awal dari kerjasama jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Ia menyimpulkan, “Kami berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta mempercepat kemajuan ekonomi dan teknologi Indonesia melalui pembangunan infrastruktur digital kelas dunia dan kemitraan yang berkelanjutan.”