Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Durian Fantasi di Kota Batu: Destinasi Edukasi dan Zero Waste untuk Melestarikan Alam

Di tengah keindahan dan keramaian wisata di Kota Batu, sebuah tempat bernama Durian Fantasi (Dufan) bermaksud mempererat hubungan manusia dengan alam. Tempat ini bukan hanya sekadar tempat memetik atau mencicipi durian yang disebut "raja buah". Lebih dari itu, Dufan dirancang sebagai laboratorium hidup yang mengajarkan bagaimana mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Salah satu hal menarik dari Dufan adalah tiket masuknya yang terjangkau, sehingga semua orang bisa belajar sekaligus berwisata. Pengunjung tidak hanya berfoto di kebun durian yang tertata rapi, tetapi mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang daerah produksi durian hingga proses pengolahan buah menjadi produk lain. Pengalaman ini menjadi cara yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk memahami pentingnya menjaga alam dan ekonomi lokal.

Menurut Sujono Djonet, selaku konseptor Dufan, "Bagaimana pohon durian tersebut ditanam, sampai berbuah hingga pengolahannya, kami kemas dalam pengalaman yang unik." Ia ingin pengunjung memahami setiap proses yang dilakukan dari hulu ke hilir dan bagaimana peran manusia dalam menjaga keberlanjutan alam.

Konsep wisata edukasi ini melibatkan pengunjung dalam menyelami siklus durian secara lengkap. Mereka diajak mengenal berbagai jenis durian seperti Musang King, Bawor, Montong, dan Black Thorn di area pembibitan. Setelah itu, pengunjung juga diajarkan tentang proses pascapanen dan pengolahan buah durian menjadi berbagai produk, seperti dodol durian atau tepung durian, yang mampu menambah nilai ekonomis hasil kebun mereka.

Akan tetapi, yang menjadi fokus utama adalah bagaimana mereka mengelola limbah dari durian, seperti kulit dan biji, setelah buah dikonsumsi. Dufan menerapkan filosofi zero waste dan ekonomi sirkular. Limbah organik tersebut tidak akan dibuang begitu saja, melainkan dijadikan bahan baku untuk pembuatan kompos dan produk lainnya.

Sujono Djonet menjelaskan, "Konsepnya adalah menumbuhkan zero waste guna menjalankan prinsip ekonomi sirkular. Limbah-limbah tersebut tidak dibuang begitu saja." Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, Dufan akan membangun fasilitas pengolahan limbah khusus. Kulit durian akan diubah menjadi pupuk kompos yang membantu menyuburkan kebun durian, sementara bijinya akan diolah menjadi tepung untuk bahan makanan seperti roti.

Langkah ini tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi sampah di kota. Saat ini, sekitar 60 persen sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung adalah sampah organik. Dengan mengelola limbah sendiri, Dufan membantu mengurangi beban tempat sampah tersebut dan mendukung pengurangan sampah kota secara umum.

Sujono Djonet menyatakan, "Dengan pengelolaan secara mandiri maka bisa mengurangi beban kerja dan daya tampung di tempat pemrosesan akhir. Kalau itu dikelola mandiri, maka bisa mengurangi beban di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPS3R) maupun di TPA."

Pengembangan Dufan terus berjalan, salah satunya dengan rencana pembangunan "Dream Kastil" yang dijadwalkan beroperasi mulai awal 2026. Wahana ini tidak hanya akan menghibur anak-anak dengan permainan interaktif, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai agrowisata dan pelestarian alam melalui kegiatan yang menyenangkan. Area ini akan menawarkan pemandangan alam yang indah dari ketinggian, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keindahan lingkungan.

Sujono Djonet menambahkan, "Permainan di Dream Kastil tidak hanya menarik, tetapi juga menciptakan nilai edukasi yang penting bagi generasi muda." Dengan begitu, Dufan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi yang memperkuat keberlanjutan dan pelestarian alam Kota Batu.