Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pemerintahan di kota Batu sedang melakukan transformasi birokrasi. Transformasi ini bertujuan membuat birokrasi menjadi lebih akuntabel, transparan, inovatif, serta efisien dan efektif. Hal ini dilakukan agar layanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik dan cepat. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah kota menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Transformasi birokrasi bukan hanya soal memperbaiki sistem, tetapi juga tentang membangun integritas dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). ASN adalah pegawai negeri yang bekerja di pemerintahan dan harus mampu memberikan layanan prima kepada warga. Pemerintah kota percaya bahwa ASN yang memiliki integritas dan disiplin yang tinggi adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas mereka sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
Strategi ini termasuk memperkuat ekosistem inovasi di kota Batu. Menurut Wali Kota Nurochman, hal ini adalah bagian dari upaya jangka panjang agar setiap kebijakan daerah bisa berjalan efektif, adaptif terhadap perubahan, dan sesuai dengan perkembangan pembangunan kota. Ia menambahkan, tantangan birokrasi di masa depan akan semakin kompleks. Percepatan transformasi digital dan tingginya ekspektasi masyarakat akan pelayanan mendorong presence pemimpin birokrasi yang mampu memahami dan membaca perubahan dengan cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Batu menyatakan bahwa visi pemerintah kota adalah meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri seluruh pegawai di lingkungan pemerintahan. Ia juga menegaskan bahwa sistem kerja harus terbuka dan kolaboratif, berbasis data dan teknologi. Menurutnya, tidak lagi cukup bergantung pada figur pemimpin saja, tetapi juga harus mengandalkan sistem yang mampu menghasilkan keputusan yang objektif dan tepat sasaran. Nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono, menilai gaya kepemimpinan yang terbuka dan terus belajar dari Wali Kota Batu sangat membantu memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah. Ia menambahkan bahwa pola kepemimpinan yang adaptif memudahkan koordinasi lintas pemerintahan, sehingga program-program prioritas bisa selaras dan berjalan efektif. Hal ini sangat penting agar kebijakan nasional, provinsi, dan kota saling mendukung dan tidak bertentangan.
Pemerintah Provinsi Jatim menyatakan siap mendukung berbagai program strategis Kota Batu, termasuk penguatan pembiayaan dan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini merupakan investasi sosial jangka panjang di bidang sumber daya manusia dan sejalan dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Adhy Karyono menegaskan, "Kami siap mendukung program prioritas Kota Batu. OPD di kota dan provinsi harus saling berkoordinasi agar program bisa berjalan lancar dan efektif." Selain aspek kebijakan dan tata kelola, Pemkot Batu juga sangat memperhatikan aspek kemanusiaan. Mereka percaya bahwa birokrasi ada untuk melayani masyarakat, bukan hanya menjalankan prosedur semata.
Menurut Nurochman, pendekatan empati dan sikap humanis sangat penting agar ASN mampu bekerja secara profesional dan peka terhadap kondisi sosial di lapangan. Ia meyakini bahwa dengan kombinasi kepemimpinan adaptif, kolaborasi lintas pemerintahan, dan peningkatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan di masa depan akan semakin kuat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Transformasi birokrasi pelayanan publik inovasi kota Batu pemerintah provinsi Jatim
