Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

SMK Mutu dan Santri PPI AMF Raih Medali di Ajang Robot Internasional di China

Tim dari SMK Mutu yang juga merupakan santri dari Pondok Pesantren PEM Gondanglegi berhasil meraih enam medali dalam ajang International Youth Robot Competition (IYRC) 2025 yang diadakan di Shenzhen, China. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Korea, Hong Kong, Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, Laos, Filipina, Indonesia, dan Kamboja.

Dalam kompetisi ini, tim SMK Mutu memperoleh satu medali perak dan lima medali perunggu. Para siswa tersebut adalah Anggi Pramudita yang meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Selain itu, Pradipa Raditri Haryanto memperoleh dua medali perunggu, dan Array Arasy Firdaus Kemal juga meraih dua medali perunggu.

Ketiga siswa ini mengikuti berbagai kategori lomba, termasuk kompetisi robot dengan kategori desain kreatif, robot sumo, dan sepak bola humanoid. Kategori ini menguji kemampuan mereka dalam merancang robot inovatif dan kompetitif dalam berbagai permainan.

Ajang IYRC 2025 ini membawa nuansa baru karena menggabungkan teknologi canggih dari abad 21, seperti robot, pemrograman kode (koding), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Tema besar yang diusung panitia adalah “Future Stars, Rising From Here,” yang berarti bahwa kompetisi ini bertujuan untuk menyeleksi bibit muda yang akan menjadi bintang masa depan dalam teknologi robot.

Selain dari tim SMK Mutu, dua santri dari Pondok Pesantren Indonesia Mengaji Foundation (PPI AMF) juga turut berkompetisi dan meraih medali di kompetisi ini. Naqib dan Reghan berhasil mendapatkan masing-masing medali perunggu dalam kategori creative design dan robot sumo. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan karena ini merupakan kali pertama mereka mengikuti event internasional.

Para siswa ini harus bersaing dengan peserta dari sekolah-sekolah dan negara-negara maju yang sudah lebih dulu berkembang dalam teknologi robot, seperti China, Korea Selatan, Singapore, dan negara-negara lainnya. Mereka mampu menunjukkan bahwa meskipun baru pertama kali mengikuti kompetisi tingkat internasional, mereka mampu bersaing dan meraih penghargaan.

Prestasi ini diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak pelajar untuk lebih mengenal teknologi robot dan mencoba berkompetisi di level internasional. Selain itu, ini menunjukkan bahwa pendidikan teknologi dan inovasi bisa berkembang di Indonesia melalui sekolah dan pesantren yang mendukung kreativitas dan keahlian siswa mereka.