Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, masyarakat di Ponorogo kembali menyaksikan kegiatan menarik dalam pameran seni rupa berjudul "Diluar Nalar". Salah satu acara yang paling dinanti adalah kegiatan melukis "on the spot", di mana peserta langsung membuat karya seni mereka di tempat tanpa persiapan sebelumnya. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pertama kali pada 14 Desember 2025 dan berhasil mendapatkan antusiasme besar.
Kegiatan melukis ini dilaksanakan di Galeri SMEP, lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai SMPN 3 Ponorogo, yang terletak di Jalan HOS Tjokroaminoto No. 57. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pameran seni yang berlangsung mulai tanggal 13 sampai 27 Desember 2025. Ada sekitar 120 karya lukis dipamerkan, dari 41 seniman yang berasal dari berbagai daerah. Banyak karya yang dipajang dan bisa dinikmati oleh pengunjung umum yang tertarik dengan dunia seni rupa.
Menurut salah satu panitia, Fitri Dewi Wijayanti, kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki jiwa seni tetapi belum banyak terasah. Ia menjelaskan, “Banyak anak-anak yang jago melukis tetapi masih pesimis. Kami ingin mereka merasa didukung dan semangat untuk menunjukkan karya mereka. Selain itu, seringkali mereka malu untuk memamerkan hasil karya sendiri, jadi kita ajak mereka agar lebih percaya diri dan bersemangat.”
Fitri menambahkan, jumlah peserta saat kegiatan melukis on the spot mencapai lebih dari lima puluh orang, dengan total peserta terdaftar sebanyak 42 anak. Usia mereka bervariasi mulai dari anak-anak TK, SD kelas tiga dan empat, sampai remaja dan dewasa dari berbagai latar belakang. Ada juga peserta dari umum, termasuk ibu-ibu yang ingin ikut serta dalam acara ini.
Selain memotivasi kaum muda, Fitri berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi ajang menyalurkan kreativitas tanpa rasa takut. “Kedepannya, kami ingin mengajak anak-anak dan generasi muda agar terus berkarya. Kalau mereka punya potensi, jangan ragu untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat mereka,” ujarnya penuh semangat.
Di saat yang sama, pengunjung dari berbagai kalangan juga hadir menikmati pameran. Salah satu pengunjung yang bernama Veva, seorang mahasiswa semester tiga di Universitas Malang, mengungkapkan bahwa ia merasa terinspirasi melihat berbagai karya seni yang dipajang. Veva mengatakan, “Saya suka melihat karya seni di sini. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan dan makin banyak anak-anak yang termotivasi untuk berkarya.”
Dalam peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, juga terdapat kegiatan khusus yaitu melukis dengan tema Hari Ibu. Banyak peserta yang berniat melukis potret atau wajah ibu mereka sebagai bentuk penghormatan dan rasa sayang. Salah satu peserta menyatakan, “Saya mau melukis wajah ibu saya, sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan untuk semua yang telah beliau berikan.”
Kegiatan ini diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi ajang mengekspresikan kreativitas serta mempererat hubungan antar pelukis dan masyarakat. Seperti yang dikatakan salah satu pelukis, Z Mustofa, “Warok Art Gallery yang akan dibangun bisa menjadi wadah yang strategis untuk menampilkan karya dan bersaing secara sehat di dunia seni rupa, serta membangkitkan semangat berkarya di Ponorogo dan sekitarnya.”
