Pada pekan ini, Pemerintah Kota Batu melakukan perjalanan bisnis ke Kota Ternate, Maluku Utara, untuk menjalin kerjasama ekonomi. Misi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, yang juga dikenal sebagai Cak Nur. Mereka bertujuan agar produk hortikultura dari Batu bisa masuk ke pasar Ternate, sekaligus memperkuat kembali jalur perdagangan rempah-rempah yang terkenal sejak zaman dahulu.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pemerintah daerah. Dalam dokumen resmi tersebut, tercantum rencana memperkuat rantai pasok produk pertanian, memperluas pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menjajaki peluang dalam bidang pariwisata. Melalui langkah ini, kedua kota berharap dapat saling membantu meningkatkan perekonomian mereka.
“Kami membawa produk-produk pertanian dari Kota Batu ke Ternate agar ekonomi kedua daerah ini berkembang bersama,” ujar Nurochman. Ia menambahkan, kolaborasi ini memberikan keuntungan dan kepastian bagi para petani dan pelaku UMKM di Batu. Mereka berharap, kerjasama ini bisa membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, Kota Batu terkenal dengan hasil pertanian dari dataran tingginya, seperti apel, stroberi, jeruk, dan sayuran segar. Sementara itu, Ternate terkenal sebagai penghasil rempah-rempah unggulan, seperti pala, cengkeh, dan lada. Menurut Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, kolaborasi ini menjadi peluang besar karena kedua kota memiliki kekuatan komoditas yang saling melengkapi. “Batu unggul di buah dan sayur, sementara Ternate kuat di rempah-rempah. Ini kesempatan besar untuk saling mendukung dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah Ternate sebagai kota dagang sudah ada sejak abad ke-13. “Ini menjadi momen istimewa karena ini adalah kerjasama dagang pertama kami langsung dengan daerah dari Pulau Jawa,” tambahnya. MoU ini menjadi dasar dari beberapa langkah nyata ke depan, salah satunya pembangunan Mall UMKM yang akan menampung produk dari kedua kota.
Cak Nur menyebutkan, “Kami berharap setelah penandatanganan MoU ini, akan ada tindak lanjut konkret. Misalnya, membangun Mall UMKM yang isinya produk-produk dari Batu dan Ternate, sehingga produk lokal dari kedua daerah bisa lebih dikenal dan dipasarkan.”
Untuk mempererat kerjasama, diadakan juga sesi business matching. Pada acara ini, para pelaku usaha dari kedua kota saling bertemu dan berdiskusi langsung. Banyak pedagang dari Ternate menunjukkan minat besar terhadap sayuran dan buah dari Batu yang selama ini sulit ditemukan di Maluku Utara.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu masalah logistik dan distribusi antar pulau. Pengangkutan produk agar tetap segar dan harga kompetitif adalah hal yang perlu diatasi agar kerjasama ini berjalan lancar dan menguntungkan kedua pihak.
Secara keseluruhan, misi dagang ini bukan hanya tentang mempromosikan produk, tetapi juga sebagai upaya membangun ketahanan ekonomi daerah melalui diversifikasi pasar. Jika kerjasama ini berjalan dengan baik dan MoU yang telah ditandatangani segera diimplementasikan, diharapkan bisa terbentuk kemitraan ekonomi yang berkelanjutan dan menguntungkan kedua kota yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan di Nusantara.
misi dagang kota Batu ke Ternate kemitraan ekonomi Nusantara pasarkan hortikultura dan rempah-rempah pembangunan Mall UMKM kerjasama antar kota
