Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pariwisata Kota Batu Dukung Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Lingkungan

Kelompok Disparpora Kota Batu menyelenggarakan acara penghargaan kepada para pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, komunitas, serta desa dan kelurahan wisata. Acara ini berlangsung dalam acara Batu Tourism Award 2025 yang bertujuan memberi apresiasi kepada orang-orang dan kelompok yang telah berkontribusi menjaga kualitas layanan dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di kota ini.

Acara ini mengambil tema 'One Stop Holiday'. Tema ini menegaskan bahwa destinasi wisata harus terintegrasi, termasuk budaya dan ekonomi kreatif, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ide ini adalah agar wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga bisa berbelanja produk lokal yang mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Wali Kota Batu menyatakan bahwa konsep 'one stop holiday' harus diikuti dengan 'one stop shopping' untuk UMKM. Ia berharap adanya pembangunan Mall UMKM sebagai tempat display produk-produk unggulan dari usaha mikro hingga menengah di Kota Batu. Dengan mall ini, produk-produk tersebut bisa dipasarkan lebih luas dan berkelanjutan. "Kalau liburannya sudah one stop, maka belanjanya juga harus one stop. Mohon doa semuanya, semoga Mall UMKM Kota Batu segera terwujud menjadi tempat besar yang menampilkan produk-produk dari pelaku usaha kecil dan menengah," ujar Wali Kota, yang akrab dipanggil Cak Nur.

Selain itu, Cak Nur mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai dasar utama pariwisata di Batu. Ia mengajak semua pelaku wisata, komunitas budaya, dan dunia usaha untuk memastikan perkembangan pariwisata tidak merusak alam sekitar. Ia menegaskan, "Mencintai lingkungan itu kewajiban kita semua. Jangan sampai eksplorasi berubah menjadi eksploitasi. Tanpa lingkungan yang lestari, suhu udara tetap sejuk, Batu tidak akan berbeda dari tempat lain." Dengan kata lain, keberlanjutan lingkungan adalah kunci agar kota ini tetap menarik dan nyaman.

Bersamaan dengan penghargaan tersebut, Disparta juga memperkenalkan Kalender Event 2026 yang memuat berbagai kegiatan wisata, seni budaya, dan sport yang akan berlangsung sepanjang tahun. Jumlah acara ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran, namun tetap menjaga acara besar seperti Batu Art Flower Carnival dan Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), yang selama ini menarik banyak wisatawan dari berbagai negara dan seluruh Indonesia.

"Meskipun jumlah eventnya berkurang, kami tetap berkomitmen mengembangkan acara-acara ini agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil serta sektor perhotelan," jelas pejabat Disparta. Ia menambahkan bahwa event besar tetap dipertahankan karena memiliki nilai penting sebagai daya tarik wisata, baik domestik maupun internasional.

Selain itu, Batu Tourism Award 2025 menegaskan posisi Batu sebagai kota yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga kaya akan budaya dan kreativitas. Peningkatan kerjasama lintas sektor dari pemerintah pusat, provinsi, dan dunia usaha diharapkan mampu menambah jumlah dan keberagaman acara sepanjang tahun. Wali Kota menyatakan, "Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Perlu kolaborasi agar kota ini tetap menjadi destinasi favorit dan penuh daya tarik."

Kepala Dinas Pariwisata Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa penghargaan ini lahir dari semangat untuk memberi pengakuan kepada para pelaku wisata yang telah berperan besar dalam memajukan citra Kota Batu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata kota ini sangat bergantung pada kerjasama dan sinergi semua pihak. Dalam acara ini, pihak Disparta juga menyerahkan lima Surat Keputusan penetapan cagar budaya baru serta meluncurkan 24 agenda kegiatan wisata dan budaya untuk tahun 2026.

Onny menambahkan bahwa kalender kegiatan ini akan menjadi panduan bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperkuat branding Batu sebagai kota wisata. Ia berharap event ini akan bersinergi dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan di kota ini, sehingga kota Batu tetap menarik dan penuh kehidupan baik secara regional maupun internasional.

Dengan berbagai langkah ini, Batu menegaskan komitmennya untuk terus berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan kreativitas masyarakatnya. Puluhan acara dan penghargaan ini diharapkan mampu membawa manfaat besar, baik dari segi ekonomi maupun pelestarian lingkungan bagi warga dan generasi mendatang.