Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Malang Mendunia: Tiap Hari Ratusan Turis Asing 'Serbu' Kampung Tematik dan Warisan Budaya

Malang, sebuah kota di Indonesia, semakin dikenal di dunia sebagai "Kota Warisan Kreatif" yang memiliki daya tarik luar biasa. Setiap hari, sekitar 300 wisatawan asing mengunjungi kampung-kampung tematik dan tempat budaya di Malang dari bulan Januari sampai November 2025. Mereka datang tidak hanya untuk berfoto dan menikmati pemandangan yang indah, tetapi juga untuk belajar budaya dan melakukan penelitian.

Menurut seorang pakar, peningkatan jumlah wisatawan ini terjadi karena Malang telah membranding dirinya sebagai kota yang kreatif dan ramah budaya. Malang juga terkenal sebagai kota yang cocok untuk berfoto karena memiliki banyak spot menarik yang bisa menampilkan suasana kuno maupun modern. "Malang adalah kota yang instagramable dan friendly secara budaya. Orang Eropa sudah mengenal Malang sebagai 'Paris van Java'. Mereka lalu menjadi duta promosi yang mengundang banyak wisatawan lain," kata Kepala Pusat Kajian Pariwisata dari Universitas Merdeka Malang, Ayu Fitriatul Ulya.

Para wisatawan biasanya datang ke Malang untuk beberapa alasan utama. Banyak yang singgah saat perjalanan ke Gunung Bromo atau saat menghadiri acara di kampus-kampus di Malang. Mereka menuju kampung-kampung yang memiliki pesona visual yang kuat. Contohnya, Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Biru Arema yang terkenal dengan warna-warnanya yang cerah dan menarik untuk berfoto.

Tak hanya itu, Kampung Tridi terkenal dengan lukisan 3D di dinding-dindingnya, menciptakan ilusi yang keren. Sedangkan kawasan heritage seperti Kajoetangan menjadi favorit wisatawan Eropa yang suka berjalan kaki sambil menikmati suasana arsitektur klasik zaman kolonial dan bersantai di kafe-kafe kecil yang penuh suasana budaya lama.

Selain wisata bersifat visual dan santai, ada juga pola kunjungan yang lebih mendalam dan edukatif. Kampung Budaya Polowijen (KBP) kini menjadi tempat yang cocok untuk belajar budaya secara langsung. Wisatawan tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga menjadi peserta aktif dalam kegiatan budaya seperti menari, membatik, dan mencicipi makanan tradisional.

"Di KBP, mereka memilih paket belajar budaya, mulai dari menonton Tari Topeng Malangan, belajar menari, sampai membatik. Mereka mendapatkan pengalaman langsung dan berinteraksi dengan budaya," ujar Isa Wahyudi, Ketua Pokdarwis Kota Malang dan penggagas KBP.

Tempat ini bahkan menjadi pusat penelitian internasional. Pada akhir tahun 2025, berasal dari berbagai universitas terkenal dunia seperti Peking University dari China, University of Delhi dari India, dan Osaka University dari Jepang, mengunjungi KBP untuk mempelajari ekonomi kreatif dan budaya. Banyak juga universitas dari Malaysia yang meneliti budaya Panji dan ekspedisi Pamalayu di tempat ini.

Ki Demang, panggilan akrab Isa Wahyudi, mengatakan keberhasilan ini berkat kerjasama yang kuat dari pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Mereka sering merekomendasikan kampung-kampung tematik itu karena selain mengedukasi, tempat-tempat ini juga menampilkan kekayaan budaya asli Malang.

Selain promosi secara langsung, penggunaan media digital juga membantu mempromosikan pariwisata Malang ke tingkat dunia. Semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung, membawa manfaat ekonomi bagi warga dan memperkuat budaya lokal. Malang menunjukkan bahwa dengan menggabungkan warisan budaya, kreativitas, dan pendidikan, suatu kota bisa menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.