Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Prestasi Atlet Muda Ponorogo di Kejuaraan Sepeda ISSI di Kediri

Di Kota Kediri, sebuah kejuaraan balap sepeda yang sangat menantang baru saja berlangsung. Dalam acara itu, dua pelajar dari Ponorogo, yaitu Harfin Nur Hamidah dan Arrohma Khanza Salsabila, berhasil meraih peringkat di kompetisi Mountainbike Cross Country Short Track.

Mountainbike Cross Country Short Track adalah salah satu cabang olahraga sepeda yang mengharuskan peserta bersepeda melalui jalur yang menantang dan berkelok-kelok dalam waktu tertentu. Pada kompetisi yang berlangsung di area Kolam Renang Gua Selomangleng tersebut, Harfin menempati posisi ketiga dan Arrohma berada di posisi kelima. Mereka menunjukkan hasil yang memuaskan meskipun fasilitas latihan yang mereka miliki terbatas.

Harfin mengungkapkan bahwa pencapaiannya ini merupakan hasil perjuangan selama tiga tahun. Ia berlatih keras meski fasilitas yang ada tidak lengkap. Sementara itu, Arrohma juga berbagi cerita bahwa ia mampu meraih prestasi karena semangat dan tekad yang kuat, meskipun hanya berlatih dengan fasilitas yang sederhana.

Pelatih dari ISSI Ponorogo, Nanang Sumawan, mengatakan bahwa prestasi yang dicapai kedua pelajar ini sangat menjanjikan. Ia menyebutkan, "Harfin sudah masuk sepuluh besar dalam Porprov Jatim IX/2025 dan memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional." Nanang menambahkan bahwa Harfin hampir meraih juara kedua di sebuah turnamen bergengsi karena rantai sepedanya lepas saat bertanding, tetapi ia tetap mampu menyusul dan bersaing dengan atlet top lainnya.

Menurut Nanang, minat masyarakat Ponorogo terhadap olahraga sepeda cukup tinggi. Namun, saat ini baru sedikit atletnya yang mampu berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Pihak ISSI Ponorogo menargetkan agar atletnya dapat berlaga di even terbesar seperti PON (Pekan Olahraga Nasional).

Untuk mencapai target tersebut, pelatih menerapkan program latihan yang cukup berat, termasuk perjalanan panjang dari Ponorogo ke Ngebel hingga latihan trek di Tawangmangu. Mereka berlatih sejauh 100 kilometer dan mencoba trek yang menantang agar siap menghadapi berbagai kejuaraan.

Meski demikian, mereka menghadapi kendala besar, yaitu kebutuhan peralatan sepeda yang mahal. Untuk mengatasi ini, ISSI Ponorogo menjalin kerja sama dengan klub lain dan meminjam peralatan saat bertanding di luar daerah. Hal ini dilakukan agar atlet tetap bisa berlatih dan berkompetisi dengan baik.

Dalam kejuaraan di Kediri, yang diikuti oleh 260 peserta dari berbagai klub dan usia mulai dari 9 sampai 46 tahun, Ponorogo hanya mengirim beberapa atlet. Karena keberhasilannya ini, hasil mereka menjadi kabar gembira bagi cabang olahraga sepeda di daerah tersebut. Beberapa tahun terakhir, keberhasilan atlet dari Kediri dalam PON dan kejuaraan nasional menunjukkan bahwa mereka terus mengalami kemajuan.