Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Bahaya Penggunaan Label Gangguan Mental Secara Sembarangan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang menggunakan istilah-istilah dari dunia psikologi. Sayangnya, tidak semua dari mereka memahami arti sebenarnya dari istilah tersebut. Ada yang menggunakan istilah seperti NPD (Narcissistic Personality Disorder) atau OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) secara sembarangan. Ini sangat berisiko dan dapat membuat orang bingung tentang apa itu gangguan mental yang sebenarnya.

Pakar psikologi menjelaskan bahwa istilah-istilah seperti ini harus digunakan dengan hati-hati dan berdasarkan ilmu yang valid. Menurut standar internasional, seperti DSM-5 dan ICD-11, diagnosis gangguan mental harus dilakukan oleh orang yang memang berkompeten dan memiliki otoritas khusus. Jangan sembarangan menyebut seseorang memiliki gangguan hanya karena merasa orang tersebut kurang baik atau memiliki sifat tertentu.

Misalnya, ada yang mengatakan bahwa orang yang memiliki sifat narsistik sebenarnya sedang menderita NPD. Padahal, narsisme sendiri bukanlah hal yang selalu buruk. Dalam agama Islam, ada juga yang mengatakan bahwa narsisme tertentu diperbolehkan, bahkan dianggap sebagai hal yang wajar. Sehingga, tidak semua sifat narsistik harus dikategorikan sebagai gangguan mental. Ini adalah syubhat besar yang bisa menimbulkan salah paham dan stigma negatif buat orang lain.

Profesi dan para ahli psikologi pun merasa sedih dan kadang sampai menangis mendengar orang sembarangan membahas gangguan mental tanpa memahami secara mendalam. Mereka menegaskan, diagnosis yang tepat hanya bisa dilakukan oleh profesional yang paham betul tentang ilmu kedokteran jiwa. Salah memberikan label bisa membuat orang merasa takut dan salah paham tentang kondisi dirinya sendiri.

Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami bahwa istilah klinis seperti NPD ataupun PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) memang benar adanya dan didasarkan pada ilmu yang sudah terbukti. Menggunakan istilah tersebut sembarangan bisa berakibat salah kaprah, menimbulkan stigma, dan memperkeruh keadaan.

Penggunaan bahasa yang tepat dan bertanggung jawab sangat penting. Jangan asal menyebut orang lain mengalami gangguan mental tanpa alasan yang jelas dan otoritas yang tepat. Kita harus menghormati dan memahami bahwa diagnosis harus dilakukan oleh mereka yang memang berkompeten di bidangnya, agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar di masyarakat.