Pasukan dari Kerajaan Mataram, yang terkenal sebagai salah satu kerajaan besar di Pulau Jawa, pada zaman dahulu pernah melakukan serangan yang cukup besar ke kota Batavia dan Surabaya. Menariknya, dalam serangan tersebut, mereka hanya mengerahkan sekitar 10.000 sampai 15.000 orang saja. Jumlah pasukan ini memang kecil jika dibandingkan dengan serangan besar yang dilakukan. Misalnya, saat mereka menyerbu Surabaya, hampir 100.000 pasukan dikerahkan untuk menyerang. Bahkan, ketika hendak memadamkan pemberontakan di daerah Jawa Barat, sebanyak 100.000 pasukan lagi diberangkatkan dari Mataram.
Kenapa pasukan yang hanya sekitar 10.000 sampai 15.000 orang itu masih mampu melakukan serangan besar? Berdasarkan catatan-catatan dari teks Belanda zaman dulu, mereka mengakui bahwa Mataram sebenarnya adalah penguasa seluruh Pulau Jawa. Mereka juga menyebutkan bahwa Mataram akan memberikan upeti atau pajak dari hasil tanah di wilayah yang mereka kuasai, termasuk Jakarta atau Batavia. Ketika Mataram mengumumkan akan berdamai, pihak Belanda dan penguasa di Batavia pun merasa sangat senang dan segera merayakan. Mereka merasa bahwa teror pengepungan dan wabah kolera yang melanda akan segera berakhir.
Dalam catatan sejarah, disebutkan bahwa pasukan Mataram mampu melakukan serangan besar dengan strategi tertentu, meskipun jumlah pasukannya tampak kecil. Mereka menggunakan taktik yang efektif dan keberanian tinggi, sehingga mampu mengendalikan wilayah yang luas. Catatan dari teks Belanda juga menyebutkan bahwa mereka menganggap Mataram sebagai raja yang sah di seluruh Jawa sejak dulu.
Selain itu, laporan dari masa itu juga menggambarkan berbagai perjalanan tentara dan utusan, termasuk pengintaian ke wilayah-wilayah seperti Bekasi dan Krawang. Mereka juga melakukan penyelidikan jalur jalan melalui sungai dan darat untuk memantau keadaan dan melakukan operasi rahasia. Perjalanan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi penting selama masa konflik dan perjuangan merebut kekuasaan di Jawa.
Dengan pengetahuan ini, jelas bahwa Mataram mampu melakukan serangan besar dengan pasukan yang relatif kecil karena mereka mengandalkan strategi jitu, keberanian, dan dukungan rakyat. Ini membuktikan bahwa kadang jumlah pasukan tidak selalu menentukan kemenangan, tetapi bagaimana mereka mengorganisir dan menjalankan strategi perang mereka.
Sejarah Jawa Mataram Perang Saudara Batavia Surabaya Inggris Belanda
