Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

FIB UB dan UNESCO Bangun Pusat Kerja Sama Internasional untuk Industri Kreatif Budaya di Malang Raya

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) bekerjasama dengan UNESCO Chair mengumumkan rencana pendirian International Workstation on Rural Development and Sustainability Program. Pusat ini diharapkan akan membantu pengembangan industri kreatif berbasis budaya di Indonesia, terutama di wilayah Malang Raya.

Langkah ini dimulai dengan diadakannya workshop internasional yang bertajuk “From Heritage to Innovation: Empowering Cultural-Based Creative Industries” pada 21 hingga 23 November 2025. Acara ini berlangsung di Auditorium FIB UB dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang.

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, mengatakan bahwa keberadaan workstation UNESCO ini akan memudahkan universitas untuk mempromosikan kegiatan budaya mereka ke tingkat dunia. “Dengan adanya workstation ini, kita bisa menyebarkan berbagai aktivitas budaya kita ke seluruh dunia,” ujarnya pada hari Jumat, 21 November 2025.

Menurut Widodo, budaya dan kearifan lokal yang dimiliki UB, baik melalui Fakultas Ilmu Budaya maupun fakultas lainnya, memiliki potensi besar untuk dipromosikan melalui jaringan mitra UNESCO. Ia menambahkan bahwa seni tradisional seperti wayang dan tari, serta seni modern di media baru, mengandung filosofi hidup yang dapat digunakan sebagai dasar untuk peradaban dunia yang lebih baik.

“Setiap budaya mengandung tata krama dan nilai-nilai filosofi hidup yang unik. Nilai-nilai ini bisa menjadi pijakan untuk menciptakan dunia yang lebih harmonis,” ucap Widodo.

Ia juga menginformasikan bahwa pusat kerja sama internasional ini resmi mulai beroperasi hari ini. Berbagai pihak seperti pemerintah kota dan kabupaten Malang, Kota Batu, LSM, hingga praktisi pendidikan diundang untuk bersama-sama merumuskan program-program ke depan.

Selain itu, Yong (Hardy) Xiang, dekan dari Institute for Cultural Industries di Peking University dan juga pakar kebijakan budaya UNESCO, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun pusat pelatihan, konsultasi, serta mengadakan festival dan konferensi. “Tujuannya adalah mendukung masyarakat, khususnya anak muda yang berkiprah di bidang pendidikan dan seni,” ujarnya.

Hardy menekankan bahwa pusat ini akan fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan di bidang budaya, seni, media, dan edukasi lainnya. Ia menyebut bahwa pusat ini akan sangat strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar Malang Raya.

Keberadaan pusat kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri kreatif lokal yang berbasis warisan budaya. Dengan begitu, pengembangan industri tersebut akan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya ini menunjang tercapainya peradaban kota dan negara yang lebih maju dan berbudaya.