Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Penurunan Angka Stunting di Ponorogo: Program Makanan Bergizi Berhasil Kurangi 1 Poin

Salah satu tantangan besar dalam kesehatan anak di Indonesia adalah stunting, yakni kondisi tubuh anak yang pendek dan kurus karena kekurangan gizi. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melakukan berbagai program, termasuk menyalurkan makanan bergizi kepada balita.

Pada hari Jumat, 21 November 2025, acara Pembagian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi di Kecamatan Balong dan Bungkal berlangsung meriah. Program ini dihadiri oleh sekitar 200 orang tua dan balita. Mereka menerima paket makanan yang berisi makanan bergizi tinggi seperti telur, abon ayam, mentega, beras, kacang hijau, dan gula merah.

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan kabar baik. Ia mengatakan bahwa angka stunting di daerahnya berhasil turun dari 8,7 persen menjadi 7,7 persen. "Alhamdulillah, angka stunting di Ponorogo sudah turun. Yang tadinya delapan koma tujuh sekarang tujuh koma tujuh," ujarnya saat sambutan. Ia mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, terutama bantuan makanan bergizi dari Bakorwil I Madiun, yang membantu mempercepat upaya ini.

Lisdyarita juga menekankan pentingnya asupan bergizi dan kesabaran orang tua dalam membujuk anak agar mau makan dengan gizi agar tumbuh sehat. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung dan membawa hasil terbaik untuk anak-anak di Ponorogo.

Kegiatan tersebut bukan hanya tentang memberi makanan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengurangan stunting dan meningkatkan kesehatan balita. Selain itu, kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang menunjukkan kerja sama semua sektor.

Assyari, salah satu pejabat dari Bakorwil I Madiun, mengatakan bahwa keberhasilan meningkatkan gizi balita membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia berharap, dengan langkah-langkah seperti ini, target pemerintah Jawa Timur untuk mencapai zero stunting, yaitu tidak ada anak yang mengalami stunting, bisa tercapai.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Ponorogo menekankan pentingnya edukasi gizi bagi orang tua, khususnya selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mereka didorong untuk rutin mengunjungi posyandu, sebuah fasilitas layanan kesehatan di desa, untuk mendapatkan penanganan dan edukasi gizi yang maksimal agar anak-anak bisa tumbuh sehat dan cerdas.

Perubahan ini menunjukkan kemauan pemerintah dan masyarakat di Ponorogo untuk terus bekerja sama dalam menanggulangi stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan masa depan yang lebih baik.