Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

PSCS 2025 SMAN 3 Kota Malang Bertransformasi Menjadi Festival Musik Nasional

Pagelaran Seni Citra SMANTI (PSCS) 2025 yang diselenggarakan oleh SMAN 3 Kota Malang mengalami perubahan besar. Biasanya, acara ini hanyalah acara seni sekolah biasa. Namun tahun ini, acara tersebut berubah menjadi festival musik profesional yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia.

Festival ini mengusung tema "Make It Last Forever". Tema ini menunjukkan harapan agar karya seni dan musik yang dipelajari di sekolah bisa bertahan dan dikenang selamanya. Acara ini juga menjadi bukti bahwa kualitas seni dan musik di Kota Malang semakin berkembang.

Kepala SMAN 3 Malang, Sasongko, menjelaskan bahwa PSCS bukan hanya tempat memperlihatkan karya siswa. Menurutnya, acara ini sebagai tempat belajar memimpin dan mengelola organisasi. "PSCS dibuat sebagai media belajar lengkap, mulai dari perencanaan, produksi, sampai pelaksanaan acara besar. Ini adalah contoh pendidikan holistik, yaitu pendidikan yang lengkap dan mendukung potensi siswa secara menyeluruh," ujarnya.

Salah satu hal menarik dari PSCS 2025 adalah metode yang digunakan panitia siswa. Davina Apple Sanyoto, Ketua Panitia PSCS 2025, mengatakan bahwa mereka melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan konsep acara ini. Mereka meneliti minat dan bakat siswa agar sesuai dengan pilihan acara.

"Kami tidak sembarangan memilih konsep. Setelah riset, kami tahu bahwa banyak siswa kami memiliki bakat di bidang musik. Jadi, kami memutuskan untuk mengadakan festival musik seperti yang biasanya dilakukan oleh promotor besar," kata Davina dengan penuh semangat.

Panggung acara menjadi sangat meriah. Ada berbagai pertunjukan menarik, mulai dari drama yang menceritakan sejarah PSCS oleh para siswa Bhawikarsu, hingga penampilan musik dari unit seni terbaik sekolah. Acara yang paling dinantikan adalah penampilan dari artis nasional, seperti Yovie & Nuno dan Maliq & D'Essentials. Kehadiran mereka adalah pencapaian besar untuk acara tingkat SMA.

Davina menambahkan, "Kehadiran artis nasional bukan hanya agar acara menarik banyak penonton. Lebih dari itu, mereka menunjukkan bahwa siswa SMA mampu menyelenggarakan acara yang standar industri musik."

Keberhasilan PSCS 2025 ini membuka peluang agar acara ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Kepala sekolah, Sasongko, mengatakan, "Kalau acara ini memberikan manfaat besar dalam mengembangkan bakat siswa, sangat memungkinkan acara ini menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu."

Transformasi PSCS dari acara seni sekolah sederhana menjadi festival musik nasional menunjukkan bahwa pendidikan seni di Kota Malang telah memasuki era baru. Sekarang, siswa tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi juga menjadi kurator dan produser acara seni yang berkualitas tinggi.