Pada hari Rabu, 19 November 2025, hujan deras yang mengguyur Desa Wagir Kidul di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menyebabkan longsor besar. Kejadian ini terjadi mulai pukul 12.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB, dan menimbulkan kerusakan parah di wilayah tersebut. Tanah yang bergerak tiba-tiba menimbun sebuah rumah, menyebabkan satu rumah rata dengan tanah dan satu lagi mengalami kerusakan berat. Tidak hanya itu, tujuh kendaraan yang sedang parkir juga tertimbun dalam bencana ini.
Selain menimpa rumah dan kendaraan, longsor ini juga menyebabkan akses jalan antar dusun tertutup total, membuat daerah tersebut terisolasi. Kepala Desa Wagir Kidul, Suharyanto, menjelaskan bahwa tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter dan panjang 20 meter ambles dan menimpa properti warga. Insiden ini menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka, termasuk pengendara yang sedang melintas saat kejadian. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ponorogo untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan penilaian kerusakan yang terjadi. Perwakilan pemerintah daerah, Lisdyarita, menyatakan keprihatinannya dan menyampaikan bahwa pihaknya akan segera membantu warga yang terdampak. "Kami akan membantu membangun kembali rumah warga yang rusak," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah berencana memindahkan lokasi rumah korban karena kondisi tanah yang tidak lagi aman.
Selain di Wagir Kidul, longsor juga terjadi di Dukuh Gondangsari, Desa Banaran. Di sana, sembilan rumah mengalami kerusakan akibat tanah yang ambles. Kerusakan di Desa Wagir Kidul cukup serius, dengan satu rumah milik Marjuki rata dengan tanah dan rumah Jemirin yang berada di dekatnya mengalami kerusakan berat di bagian ruang tamu, kamar tidur, garasi, dan teras.
Menanggapi peristiwa ini, pemerintah berencana melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Rencana tersebut meliputi penanaman tanaman penyerap air seperti rumput vetiver di area rawan longsor. Menurut Lisdyarita, tanaman ini berfungsi membantu mengikat tanah agar tidak mudah longsor. Ia menuturkan, "Kita akan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukan penghijauan dan menguatkan tanah di daerah ini."
Selain mengatasi kerusakan, pemerintah akan melakukan rehabilitasi tanah dengan program penghijauan untuk memperkecil risiko longsor di masa depan. Dalam hal ini, penanaman rumput vetiver akan digunakan sebagai solusi utama. Dengan menanam tanaman keras ini, diharapkan tanah menjadi lebih kokoh dan tidak mudah bergerak saat hujan deras turun lagi.
Kejadian tanah longsor ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan bencana. Pemerintah dan warga terus bekerja sama agar kondisi wilayah dapat segera pulih dan lebih aman untuk didiami. Penanganan yang cepat dan langkah pencegahan seperti penghijauan diharapkan mampu mengurangi bahaya tanah longsor di masa mendatang.
Longsor Ponorogo bantuan korban rehabilitasi tanah penghijauan desa Wagir Kidul
