Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Ribuan Warga Ponorogo Gelar Doa dan Dukungan untuk Sugiri Sancoko

Kamis (20/11/2025), suasana di Ponorogo penuh dengan rasa rindu dan cinta dari warga terhadap Sugiri Sancoko, bupati yang saat ini sedang tidak aktif karena proses hukum. Pada hari itu, ribuan masyarakat berkumpul di halaman Kantor DPRD Ponorogo. Mereka berpakaian serba putih dan membawa spanduk yang berisi dukungan, serta menggelar aksi istighosah, yaitu doa bersama yang penuh haru.

Suasana di sana sangat menyentuh hati. Banyak warga yang tampak meneteskan air mata. Mereka berselimut doa, berharap agar Sugiri Sancoko bisa kembali kuat dan tabah. Mereka percaya, meskipun menghadapi masalah besar, rasa cinta mereka terhadap pemimpin yang mereka anggap sebagai "bapak sendiri" tak pernah pudar.

Aang Prianto, salah satu koordinator aksi, menyampaikan harapannya dengan suara bergetar. Ia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sedang menyelidiki kasus Sugiri, bisa menegakkan hukum secara adil dan tanpa memihak. “Kami hanya ingin keadilan. Kami ingin Pak Giri, panggilan akrab Sugiri, kembali ke rakyatnya. Jika beliau dinyatakan bebas, kami akan menyambutnya dengan pelukan hangat. Tapi, jika takdir berkata lain, kecintaan kami tidak akan pernah hilang,” ujarnya penuh haru.

Wahyu, salah satu peserta yang hadir di acara tersebut, juga tak mampu menahan tangis. Ia mengaku merasa ada kekosongan di hati warga Ponorogo sejak Sugiri Sancoko ditahan. “Tolong kembalikan Pak Giri. Beliau pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. Tanpa beliau, Ponorogo seperti kehilangan cahaya,” ungkapnya lirih.

Meski saat ini proses hukum sedang berjalan, warga Ponorogo tetap teguh dalam hati mereka. Mereka berdoa agar Sugiri Sancoko dapat kembali ke masyarakat. Aksi doa dan dukungan ini menjadi bukti bahwa bagi masyarakat Ponorogo, Sugiri bukan hanya seorang pejabat. Ia adalah bagian dari keluarga besar mereka, yang selalu mereka cintai dan doakan.