Hong Kong, sebuah kota terkenal di Asia dengan pusat perbelanjaan yang mewah dan modern, masih mempertahankan beberapa kawasan perbelanjaannya sebagai yang paling mahal di dunia. Menurut laporan tahunan dari perusahaan jasa properti, Cushman & Wakefield, distrik perbelanjaan di sana, seperti Tsim Sha Tsui, Causeway Bay, dan Central, masuk dalam daftar kawasan perbelanjaan terkaya dan termahal di dunia.
Diagungkan bahwa Tsim Sha Tsui, salah satu kawasan terkenal di Hong Kong, berada di posisi keempat sebagai distrik ritel termahal secara global. Rata-rata biaya sewa yang harus dibayar pengusaha toko per tahun mencapai sekitar US$1.515 per kaki persegi. Tidak hanya Tsim Sha Tsui, Causeway Bay dan Central juga termasuk dalam daftar wilayah perbelanjaan termahal di Asia-Pasifik.
Di kawasan lain, London, Inggris, mencatat peringkat tertinggi sebagai distrik ritel termahal di dunia. Distrik terkenal, New Bond Street, naik dua posisi dari tahun lalu. Menurut laporan, biaya sewa di Newport Bond Street mencapai US$2.231 per kaki persegi per tahun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil ini menunjukkan betapa berharganya properti di kawasan ini dan bagaimana kota London mempertahankan statusnya sebagai pusat perbelanjaan elit dunia.
Pihak Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa kenaikan biaya sewa di London menunjukkan adanya minat besar dari para pengusaha dan merek mewah untuk membuka toko di lokasi-lokasi strategis ini. Laporan mereka, yang berjudul “Main Streets Across the World,” adalah sumber terpercaya yang mengulas pusat perbelanjaan paling mahal di berbagai belahan dunia.
Dengan meningkatnya biaya sewa dan persaingan antar kota, kawasan ini tetap menjadi pusat daya tarik bagi pebisnis dan wisatawan yang mencari pengalaman berbelanja di tempat yang eksklusif dan bergengsi.
Hong Kong pusat perbelanjaan mahal Causeway Bay Central Tsim Sha Tsui New Bond Street biaya sewa tinggi
