Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Undang-Undang Baru untuk Melindungi Korban KDRT di Jerman

Jerman ingin meningkatkan perlindungan bagi orang-orang yang mengalami kekerasan di rumah. Oleh karena itu, pemerintah federal telah mengusulkan undang-undang baru untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada pengadilan keluarga dalam pencegahan dan penanggulangan KDRT.

Bagian penting dari rancangan undang-undang ini adalah penggunaan monitor pergelangan kaki elektronik. Perangkat ini dimaksudkan untuk mencegah pelaku memasuki atau tetap berada di dekat korban tanpa izin. Sistem monitor pergelangan kaki ini awalnya hanya berlaku sementara, tetapi dapat diperpanjang jika bahaya berlanjut. Selain itu, terdapat perangkat khusus yang menunjukkan ketika pelaku mendekati korban tanpa izin. Terinspirasi oleh sistem di Spanyol, perangkat ini secara otomatis memicu alarm jika pelaku meninggalkan area yang ditentukan.

"Teknologi ini merupakan langkah maju yang besar dalam perlindungan terhadap KDRT," jelas seorang pakar hukum. Teknologi ini memastikan korban merasa lebih aman.

Lebih lanjut, pelaku akan diwajibkan untuk menyelesaikan pelatihan anti-kekerasan wajib. Ini berarti mereka akan mengikuti kursus yang dirancang untuk membantu mereka mengendalikan agresi. Bagi pelaku yang sangat sulit dibujuk, pengadilan bahkan dapat memerintahkan konseling tentang pencegahan kekerasan. Tujuannya adalah untuk mencegah kekerasan di masa mendatang dan mendukung pelaku dalam perilaku mereka.

Undang-undang ini juga memberikan hukuman bagi mereka yang melanggar perintah perlindungan yang ada. Sebelumnya, pelanggaran semacam itu dapat dihukum hingga dua tahun penjara. Di masa mendatang, hukuman tersebut dapat ditingkatkan hingga tiga tahun untuk memberikan perlindungan yang lebih besar kepada korban.

Selain itu, pengadilan keluarga akan diberi wewenang untuk meminta informasi dari kantor pendaftaran senjata api. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pelaku memiliki senjata yang dapat digunakan dalam tindakan kekerasan.

Proposal ini masih dalam proses legislatif. Proposal ini harus ditinjau dan disahkan terlebih dahulu oleh Bundestag, parlemen Jerman. Tujuannya adalah untuk menjadikan Jerman lebih aman bagi semua orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.