Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Presiden Prabowo dan Sultan HB X Resmikan Jembatan Banaran, Perkuat Konektivitas di Bantul

Pada hari Rabu, 19 November, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampak hadir lengkap bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Keduanya tampak kompak dan duduk bersebelahan di dalam satu mobil yang akan membawa mereka menuju lokasi peresmian Jembatan Banaran di Bantul.

Sesampai di Helipad Lapangan Udara Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Prabowo disambut hangat oleh Sri Sultan. Presiden turun dari mobilnya yang berjenis Maung, kemudian memberi salam hormat kepada Sultan, yang membalasnya dengan senyum ramah. Keduanya lalu saling berjabat tangan dengan penuh keakraban.

Keakraban antara Prabowo dan Sri Sultan selama perjalanan merupakan simbol eratnya hubungan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Mereka menunjukkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah Bantul yang saat ini berkembang sebagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi.

Setibanya di lokasi acara, Prabowo keluar dari sebelah kanan mobil, sementara Sri Sultan keluar dari sisi kiri. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh warga setempat dan tamu undangan yang telah menunggu mereka dengan penuh haru.

Saat memberikan sambutan, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa jembatan yang baru diresmikan ini memiliki nilai historis yang besar. Jembatan tersebut menghubungkan wilayah selatan DIY, seperti Kabupaten Kulon Progo dan Bantul, dan memiliki kaitan kuat dengan perjuangan Pangeran Mangkubumi di masa lalu.

Prabowo juga menyampaikan harapannya agar keberadaan jembatan ini dapat meningkatkan semangat pariwisata dan ekonomi rakyat di kawasan itu. Ia menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur yang baik akan mempermudah akses dan mobilitas warga serta wisatawan. "Diharapkan nanti akan muncul hotel-hotel yang bagus dan fasilitas lainnya yang mendukung pariwisata," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Tahun ini, kata dia, sektor wisata mencatat peningkatan sekitar 20%, yang menjadi kabar baik dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Peresmian Jembatan Banaran menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan konektivitas kawasan di selatan Jawa. Program ini bertujuan memperkuat jaringan infrastruktur sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, baik dari aspek pembangunan, ekonomi, maupun pariwisata.

Acara ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat tinggi negara, seperti Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.