Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peringatan Hari Jadi Tulungagung ke-820 Meriah dengan Upacara dan Kirab Tradisional

Pada hari Kamis, 18 November 2025, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengadakan acara peringatan Hari Jadi ke-820 di halaman kantor bupati. Acara ini menjadi momen penting karena menandai sejarah panjang Kabupaten Tulungagung sejak didirikan. Hari jadi ini berdasarkan penanggalan dari Prasasti Lawadan, yang memiliki candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa.” Artinya, tanggal 18 November 1205 Masehi, adalah hari kelahiran Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Upacara Peringatan yang diikuti berbagai kalangan. Ada ASN Pemkab, Angkatan Darat, Polisi, mahasiswa, pelajar, dan pramuka dari seluruh kecamatan di Tulungagung. Dalam upacara ini, dilakukan penerimaan Pataka, sebuah panji kebanggaan daerah, yang sebelumnya dikirab atau diarak mengelilingi 19 kecamatan di Tulungagung. Setelah upacara selesai, Pataka kembali dikirab menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, tempat penting untuk acara selanjutnya.

Kira-kira suasana kirab makin menarik karena meriah dan penuh semangat. Barisan peserta tampil dengan formasi khas budaya daerah. Ada rombongan seperti kasepuhan (pemimpin adat), permadani, wimbasara (seniman budaya), drumband tradisional, hingga raja dan ratu lengkap dengan pager ayu (mahkota), cucuk lampah, dan pembawa tombak yang mengiringi Pataka. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, dan Wakil Bupati, H. Ahmad Baharudin. Mereka menaiki kereta kuda, sementara para kepala OPD dan camat ikut naik becak, mengikuti jalur kirab yang penuh warna.

Setelah rombongan tiba di Taman Tugu Kartini, masyarakat disuguhkan pertunjukan budaya yang spektakuler. Penampilan tarian Jaranan Sentherewe dan Reyog Kendhang memukau penonton. Ada lebih dari 254 penari yang tampil bergembira dan memukau, menunjukkan kekayaan budaya Tulungagung yang masih sangat hidup dan dihormati sampai sekarang.

Acara ini bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Menurut salah satu penonton, "Pertunjukan ini benar-benar membuat kami bangga sebagai warga Tulungagung. Budaya kita harus terus dilestarikan dan dikenalkan ke generasi muda."