Probolinggo, sebuah kota di Indonesia, merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional pada tanggal 23 September 2025. Acara ini diadakan di kota tersebut sebagai bentuk dukungan dan penghargaan terhadap bahasa isyarat, yang merupakan alat komunikasi penting bagi teman-teman tuli dan penyandang disabilitas lainnya.
Ketua Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Probolinggo menyampaikan bahwa peringatan ini bukan hanya sekadar acara resmi. Mereka ingin menunjukkan bahwa bahasa isyarat adalah jembatan utama untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan setara. Mereka percaya bahwa komunikasi yang ramah dan terbuka akan membantu membangun masyarakat di mana semua suara — baik yang terdengar maupun yang terlihat — dihargai dan dihormati.
Salah satu pernyataan dari Diskominfo mengatakan, “Bahasa isyarat bukan hanya alat komunikasi, tapi juga jembatan menuju inklusivitas dan kesetaraan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahasa isyarat merupakan hak setiap individu dan harus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dan penuh pengertian.
Selain itu, acara ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan acara ini, diharapkan warga masyarakat akan lebih terbuka dan mau belajar bahasa isyarat, agar komunikasi bisa lebih inklusif dan penuh makna.
Perayaan ini juga menggambarkan komitmen kota Probolinggo dalam mewujudkan kota yang bersolek dan impresif, di mana semua warga, termasuk penyandang disabilitas, merasa diterima dan dihargai. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi semua orang.
Hari Bahasa Isyarat Internasional inklusivitas disabilitas Probolinggo komunikasi masyarakat
