Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peningkatan Peran Bawaslu dalam Mengawal Pemilihan Umum Demi Demokrasi yang Lebih Baik

Komisi Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan marwah demokrasi di Indonesia. Mengawasi seluruh proses pemilihan umum adalah tugas utama mereka. Dengan pengawasan yang baik, diharapkan akan muncul pemimpin dan wakil rakyat yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa.

Pernyataannya disampaikan oleh Kang Sugiri Sancoko, yang merupakan Bupati Ponorogo. Ia membuka acara berjudul “Penguatan Kelembagaan Bawaslu” yang berlangsung di Aula Hotel Maesa, Ponorogo, pada tanggal 18 September 2025. Dalam sambutannya, Kang Sugiri menegaskan bahwa kualitas pemilu sangat bergantung pada kualitas Bawaslu sendiri. Ia menyatakan, “Pemilu adalah proses panjang yang menghasilkan pemimpin. Oleh karena itu, peran Bawaslu sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif dan pemimpin yang berkualitas di masa depan.”

Lebih jauh, Kang Sugiri menambahkan bahwa peran tersebut hanya dapat berjalan maksimal jika disertai dengan sosok yang memiliki integritas, bermoral tinggi, dan bersikap independen. Ia menegaskan, “Murni dan jujur sangat penting agar generasi pemimpin yang lahir benar-benar berkualitas. Semua penyelenggara harus menjadi hakim yang netral dan punya integritas, sehingga hasilnya akan memuaskan.”

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Ponorogo, M. Bahrun Mustofa, menyampaikan bahwa acara ini adalah bagian dari usaha untuk memperkuat kualitas kerja Bawaslu baik dari dalam maupun dari luar. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi dan diskusi agar proses pemilu ke depan dapat semakin baik. Tidak hanya melibatkan anggota Bawaslu, acara ini juga melibatkan akademisi, aparat pemerintahan, organisasi pemuda, serta organisasi Islam.

Bahrun berharap dari kegiatan ini muncul ide-ide segar, rekomendasi kebijakan, dan strategi-strategi baru untuk meningkatkan pengawasan selama pemilu. Dalam pernyataannya, beliau mengatakan, “Harapan kami adalah acara ini akan memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas pengawasan dalam menjaga demokrasi di Indonesia.”

Acara ini mengusung tema besar, yaitu “Memperkuat Eksistensi Bawaslu dalam Menjaga Marwah Demokrasi, Kuat Karena Sinergi, Tegas Karena Mandat”. Peserta mendapatkan materi tentang peran lembaga negara, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat dalam mengawal proses pemilu. Materi tersebut disampaikan oleh akademisi dan anggota Komisi II DPR RI, lalu diikuti dengan diskusi yang interaktif dan produktif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan proses pemilu di Indonesia semakin berkualitas dan mampu menghasilkan pemimpin yang amanah dan berkualitas tinggi.