Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Komisi Informasi Jatim Lakukan Monitoring Keterbukaan Informasi di Kota Batu

Pada hari Kamis, tanggal 18 September, Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur atau yang biasa disingkat KI Jatim, melakukan kunjungan ke Kota Batu. Mereka datang untuk melakukan kegiatan yang disebut Monitoring dan Evaluasi atau Monev. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa badan-badan pemerintah di Kota Batu memberikan informasi kepada masyarakat secara terbuka dan transparan. Kegiatan ini adalah bagian dari persiapan mengikuti penghargaan bergengsi, yaitu KI Award 2025.

Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, memimpin langsung kunjungan ini. Ia disambut hangat oleh pejabat dari Diskominfo Kota Batu, yang diwakili oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Ferly Syahrudin. Mereka berkumpul di kantor Diskominfo untuk berbicara dan berdiskusi mengenai pelayanan informasi di Kota Batu.

Edi Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan Monev ini dilakukan secara rutin. "Tujuannya adalah memastikan bahwa badan-badan publik di Jawa Timur, termasuk di Kota Batu, sudah memberikan layanan informasi yang sesuai standar. Keterbukaan informasi adalah salah satu pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, tim dari KI Jatim bukan hanya menilai apakah badan publik mengikuti aturan administratif semata. Mereka juga ingin melihat inovasi dan kerjasama yang dilakukan serta konsistensi dalam memberikan akses informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Ferly Syahrudin mengungkapkan rasa apresiasinya atas kehadiran KI Jatim. Ia menyebutkan, bahwa PPID Kota Batu, yang bertanggung jawab mengelola informasi publik, terus berusaha memperbaiki sistemnya. Mulai dari mengelola website resmi, mengarsipkan dokumen penting, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola informasi itu sendiri.

"Kunjungan ini sangat memotivasi kami untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi. Harapan kami, Kota Batu tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga mampu memberikan layanan informasi yang benar, cepat, dan dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ferly Syahrudin.

Di akhir kegiatan, tim dari KI Jatim dan pejabat dari Kota Batu melakukan diskusi dan tanya jawab. Melalui kunjungan ini, diharapkan Kota Batu bisa mempertahankan predikat sebagai kota yang informatif dan meningkatkan lagi nilai pelayanan informasinya, sekaligus membangun budaya keterbukaan informasi di masyarakat.