Bumi Reog di Ponorogo, Jawa Timur, ternyata memiliki kekayaan tersembunyi berupa batu mulia dan akik. Batu ini memiliki corak dan kilau yang indah, bahkan tak kalah dari batu mulia terkenal lainnya di pasar internasional. Sayangnya, tren batu akik sempat populer, lalu meredup dan kurang perhatian. Kini, para pecinta batu akik dari Ponorogo berusaha mengangkat kembali keindahan batu tersebut melalui sebuah acara besar yang bernama “Reog Gemston 2025”.
Acara ini dilaksanakan di Eks Pasar Lanang pada hari Jumat, 12 September 2025. Dalam acara tersebut, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama jajaran Forkopimda resmi meluncurkan batu mulia khas daerah mereka. Tujuannya adalah agar kekayaan alam ini bisa dikenal dan semakin dihargai, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain peluncuran batu mulia, rangkaian acara “Reog Gemston 2025” juga menampilkan berbagai kegiatan menarik. Ada kontes batu akik, bazar produk kerajinan dari batu mulia, serta kelas edukasi yang mengupas tentang cara mengenali dan merawat batu mulia tersebut. Semua kegiatan ini dirancang untuk membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap batu akik asli dari Ponorogo.
Sang Bupati, Sugiri Sancoko, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan, “Ini awal yang bagus, membuktikan bahwa kekayaan kita tidak hanya sebatas pertanian, budaya, dan etos kerja, tetapi juga batu mulia. Mari kita ulik bersama-sama,” ujarnya penuh semangat.
Menurut Muhammad Fadli, seorang peneliti dari Universitas Brawijaya Malang, potensi batu mulia di Indonesia sangat besar. Ia menjelaskan, “Indonesia memiliki bahan mentah batu mulia yang tak tertandingi, tetapi nilai ekonominya belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, bahan mentah ini bisa menjadi sumber penghasilan besar jika diolah dengan tepat.”
Fadli menambahkan, penting bagi Indonesia untuk memperbaiki pengolahan batu mulia di dalam negeri dan melakukan strategi branding yang tepat agar produk-produk batu mulia ini bisa bersaing di pasar global. “Kita harus bisa mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi, tidak hanya sekadar batu mentah. Dengan potensi yang kita miliki, manfaat ekonominya bisa luar biasa buat masyarakat,” tuturnya.
Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembangunan industri batu mulia nasional. Jika dikelola dengan baik, batu akik asli dari Ponorogo bahkan dari seluruh Indonesia bisa menjadi sumber kekayaan baru sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan alamnya sendiri. Dengan demikian, Potensi Batu Mulia dari Bumi Reog tidak hanya akan kembali terkenal, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata untuk masyarakat Indonesia.
Potensi Batu Mulia Ponorogo Reog Gemston 2025 Batu Akik Indonesia Industri Kreatif Ekonomi Nasional
