Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Kontingen PMR Kota Pasuruan Siap Tampil di Ajang Tingkat Provinsi Jawa Timur

Pemerintah Kota Pasuruan secara resmi memberangkatkan kontingen Palang Merah Remaja (PMR) dari Indonesia, yang akan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur. Acara pelepasan ini berlangsung pada hari Senin, 15 September 2025, bertempat di Pendopo Surga Surgi, yang merupakan rumah dinas Wali Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau sering dipanggil Mas Adi, hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan PMR Kota Pasuruan bukan hanya tentang meraih prestasi semata. Lebih dari itu, acara ini menjadi momen penting untuk membangun karakter dan pembinaan generasi muda di daerah tersebut.

Mas Adi menjelaskan bahwa kontingen yang berjumlah 22 peserta itu terdiri dari 11 peserta kategori Madya dan 11 peserta kategori Wira. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya adalah pria. Ia menambahkan bahwa sebelumnya, Kota Pasuruan juga melepas kafilah untuk lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di Jember dan kontingen pramuka, dan kini giliran PMR.

Menurutnya, acara ini memiliki arti yang lebih dari sekadar perlombaan. “Apa yang baik dari kegiatan ini bisa kita pelajari dan terapkan di Kota Pasuruan. Interaksi dengan teman-teman dari daerah lain juga memperkaya pengalaman dan menumbuhkan rasa persaudaraan,” ujarnya.

Mas Adi juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi, yaitu kondisi di mana jumlah usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Ia berharap, generasi Indonesia yang akan datang, terutama yang lahir menjelang tahun 2045, mampu menjadi generasi emas yang sehat, unggul, dan berkarakter kuat.

"Waktunya anak-anak sekarang, bukan lagi kita. Mereka sudah matang secara fisik dan pikiran. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang unggul harus siap menghadapi berbagai persoalan, termasuk masalah kesehatan seperti stunting, tuberkulosis (TBC), dan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Anak-anak PMR harus menjadi pionir dalam menjaga kesehatan di lingkungan sekitar," tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kesejahteraan dan kesehatan bukan hanya upaya untuk mengobati, tetapi juga untuk mencegah agar anak-anak tetap sehat dan tidak mudah sakit. Ia berharap mereka mampu menjadi contoh dan pelopor bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan dari PMI Kota Pasuruan, Slamet Suhartono, SE, mengatakan bahwa seluruh persiapan sebelum mengirimkan kontingen ke kompetisi sudah dilakukan dengan matang. Ia menyatakan bahwa persiapan ini penting agar anak-anak peserta bisa tampil maksimal dan mendapatkan pengalaman berharga.