Pasuruan, Indonesia - Pada hari Kamis, 11 September 2025, sebuah pertandingan sepak bola yang sangat dinantikan antara Purut United dan Ngemplak FC berlangsung sengit di Stadion Untung Suropati. Ini adalah pertandingan final dari Liga Tarkam Wali Kota Cup, kejuaraan turnamen olahraga yang diikuti oleh warga dari semua kelurahan di kota Pasuruan.
Dalam pertandingan ini, kedua tim bermain sangat keras sejak peluit pertama. Mereka saling serang dan melakukan berbagai taktik untuk mencetak gol. Para pemain juga melakukan tackle atau tekel keras untuk merebut bola dari lawan. Meski begitu, mereka tetap menjaga sportifitas, yaitu sikap bermain dengan jujur dan hormat. Skor tetap imbang 0-0 sampai waktu istirahat atau turun minum.
Di babak kedua, Purut United tampak lebih bersemangat dan terus menyerang pertahanan Ngemplak FC. Pada menit ke-52, terjadi pelanggaran di depan kotak penalti Ngemplak FC, yaitu pelanggaran yang dilakukan pemain Purut United terhadap lawannya. Wasit lalu memberikan tendangan bebas kepada Purut United. Dengan tenang, pemain eksekutor dari Purut United mengeksekusi bola ke pojok kiri gawang. Bola meluncur dengan indah dan tidak bisa dihalau oleh penjaga gawang Ngemplak FC. Skor akhirnya berubah menjadi 1-0 dan bertahan hingga pertandingan selesai.
Dengan skor tersebut, Purut United dinobatkan sebagai juara dan berhak membawa pulang trofi Wali Kota Cup 2025. Kemenangan ini membuat warga Purutrejo merasa bangga dan gembira karena tim kesayangan mereka berhasil meraih piala tertinggi.
Sebelum menyerahkan piala, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan pesan penting. Ia mengatakan bahwa kegiatan Liga Tarkam ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kerukunan antar warga di Kota Pasuruan. Ia menambahkan, "Atmosfer pertandingan yang sportif membuat suasana jadi menyenangkan dan penuh kegembiraan."
Pak Adi juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua masyarakat dan pihak-pihak yang sudah mendukung jalannya kompetisi ini. Ia berharap kegiatan seperti ini akan terus diadakan setiap tahun dan semakin mempererat hubungan antar warga. Ia menegaskan bahwa kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah, termasuk aparat kepolisian dan tentara (Forkopimda), sangat penting untuk kemajuan kota ini. "Kerja sama yang hangat dan saling mendukung adalah kunci pembangunan Kota Pasuruan," katanya.
Kaum muda dan warga lainnya di kota Pasuruan pun merasa senang karena adanya pertandingan ini. Olahraga seperti sepak bola tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai sportif dan persahabatan. Semoga kompetisi ini bisa terus berlangsung dan membawa manfaat bagi semua orang di kota ini.
