Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pengukuhan Pengurus PGRI Kota Pasuruan dan Ibunda Guru Indonesia Resmi Dilantik

Pada hari Sabtu, tanggal 6 September 2025, Kota Pasuruan menyambut acara istimewa yang diadakan di Valencia Bakery. Acara tersebut adalah pengukuhan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pasuruan dan pelantikan Ibunda Guru Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan pembinaan anggota PGRI untuk periode 2025 hingga 2030.

ACara dimulai dengan pengukuhan Ibunda Guru Indonesia yang dilaksanakan oleh Suryani Firdaus. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus PGRI Kota Pasuruan dan Dewan Pembina PGRI setempat. Tidak kalah penting, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang biasa disapa Mas Adi, turut dilantik sebagai bagian dari struktur PGRI Kota Pasuruan periode ini.

Dalam sambutannya, Mas Adi mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus dan kehadiran Ibunda Guru Indonesia yang pertama kalinya dibentuk. Ia menyampaikan bahwa keberadaan struktur ini merupakan amanah dari Progres periode 23 PGRI dan akan membantu memperkuat peran guru di tengah masyarakat.

“Saya ucapkan selamat mengemban tugas dan amanah untuk pengurus PGRI Kota Pasuruan dan juga Ibunda Guru Indonesia. Struktur ini akan menjadi inspirasi dan pelindung bagi para guru serta menjadi penghubung antara guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang lengkap dan berkarakter,” tutur Mas Adi.

Mas Adi juga menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya soal mencerdaskan anak-anak, tetapi juga mendidik mereka dengan akhlak dan karakter yang baik. Ia menyoroti berbagai masalah sosial yang masih dihadapi Kota Pasuruan, seperti bahaya narkoba, stunting, dan kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar.

Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Ia menambahkan, “Keberadaan PGRI harus menjadi rumah dan garda terdepan dalam menjawab tantangan sosial. Pemerintah akan senantiasa membantu agar pendidikan dan kesehatan di Pasuruan berjalan beriringan dan menjadi prioritas utama.”

Adi Wibowo berharap, pengurus PGRI dan Ibunda Guru Indonesia periode 2025–2030 bisa menjadi motor penggerak. Mereka diharapkan mampu memperkuat peran guru dan merumuskan langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial di Kota Pasuruan. Dengan begitu, pendidikan dan kehidupan masyarakat akan semakin baik dan berkarakter kuat.