Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pasuruan Jadi Momen Kebahagiaan dan Refleksi Nasional

Pada hari Kamis, tanggal 4 September 2025, Pemerintah Kota Pasuruan mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Gradika. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat dari jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Meskipun berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan, acara ini memiliki makna yang mendalam bagi warga Pasuruan dan Indonesia secara umum.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang akrab disapa Mas Adi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen Maulid kali ini terasa sangat spesial. Hal ini karena bertepatan dengan dua peristiwa besar yang sedang dirayakan di kota tersebut. Pertama, bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, menandai kemerdekaan bangsa selama delapan dekade. Kedua, bersamaan dengan haul atau rangkaian doa memperingati wafatnya KH. Abdul Hamid yang ke-40. Menurut Mas Adi, acara ini seperti sebuah riyoyonya atau perayaan besar yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Kota Pasuruan dalam suasana penuh kebahagiaan.

Namun, di balik kegembiraan tersebut, Mas Adi mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai ujian yang berat. Ia menyebutkan adanya aksi masyarakat dan mahasiswa yang terjadi di Gedung DPR RI maupun kantor-kantor pemerintahan yang mengakibatkan korban jiwa. Salah satu insiden yang disoroti adalah meninggalnya Affan Kurniawan, yang meninggal dunia saat berunjuk rasa. Pemerintah Kota Pasuruan turut berduka cita atas kejadian tersebut dan berharap semua pihak mendapatkan keselamatan serta kesehatan.

Wali Kota Adi Wibowo juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum introspeksi diri. Ia menegaskan perlunya pemerintah dan masyarakat memperhatikan amanat dan harapan rakyat yang harus dilaksanakan dengan baik. Ia menambahkan bahwa teladan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik, harus menjadi inspirasi dalam berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Mas Adi menuturkan, "Kalau masing-masing kita mau membersihkan diri sebagai pemimpin di muka bumi, maka peran kita adalah memberikan manfaat, bukan justru melakukan kerusakan." Ungkapan ini menegaskan bahwa nilai-nilai kebaikan dan tanggung jawab sosial sangat penting dalam membangun bangsa yang lebih baik. Acara ini tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa moral dan moralitas harus tetap dijaga, terutama di masa-masa penuh tantangan ini.