Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Gerakan "Jogo Mbatu" di Batu: Seruan Warga Jaga Persatuan dan Kewarasan Nasional

Pada hari Minggu sore, tepatnya pukul 16.00 WIB, di depan Balai Kota Among Tani, kota Batu, berlangsung sebuah acara penting. Warga dan penggiat budaya berkumpul untuk menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan yang dinamakan "Jogo Mbatu".

Gerakan ini diprakarsai oleh M. Anwar, seorang tokoh budaya yang dikenal aktif membela dan melestarikan tradisi lokal. Tujuan utama dari Jogo Mbatu adalah mengingatkan semua pihak agar tetap menjaga kewarasan dan stabilitas bangsa. Acara ini menjadi respons warga Batu terhadap situasi nasional yang semakin memprihatinkan dan sering terjadi perpecahan di masyarakat.

Dalam wawancara, Anwar menyampaikan bahwa ide gerakan ini lahir dari kekhawatiran terhadap banyaknya kejadian yang memakan korban dan menurunnya perhatian terhadap aspirasi rakyat. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini memiliki tiga poin utama, yaitu:

    • Jogo kewarasan: Mengingatkan aparat dan pejabat agar tidak mengkhianati amanat yang diberikan rakyat.
  • Warga jaga warga: Menghidupkan kembali semangat solidaritas dan saling menjaga antar sesama warga, termasuk menjaga rumah, kampung, dan kota, serta Indonesia secara keseluruhan.
  • Fokus pada aspirasi dan waspada provokasi: Mendorong masyarakat agar tetap fokus pada tujuan utama, yaitu perubahan positif dan melindungi bangsa dari provokasi yang dapat memecah belah.

Anwar juga menyoroti kekhawatiran tentang banyaknya situs budaya yang dirusak atau diambil alih secara tidak sah. Ia menyatakan, "Kemanusiaan di atas segalanya, tapi kami juga sedih melihat cagar budaya yang berusia ratusan tahun ikut menjadi korban." Ia menegaskan bahwa bangsa ini perlu menghormati dan melestarikan kekayaan budaya warisan leluhur.

Kota Batu sendiri dikenal sebagai kota yang adem, aman, dan penuh toleransi. Anwar menyatakan, "Kondisi kondusif di Batu bukan dibuat-buat, melainkan berasal dari partisipasi warga yang peduli terhadap lingkungan dan budaya mereka." Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan persatuan, tidak hanya di Batu, tetapi di seluruh Indonesia.

Acara deklarasi ini dianggap sebagai bentuk nyata warga Batu dalam meneguhkan semangat kebangsaan dan memperkuat integrasi sosial. Gerakan "Jogo Mbatu" menjadi simbol perjuangan menjaga kewarasan dan persatuan bangsa di tengah situasi yang sedang tidak mudah. Warga berharap, aksi ini bisa menginspirasi daerah lain untuk turut serta memperkuat tali persaudaraan dan pelestarian budaya nasional.