Pada hari Rabu (3/9/2025) sore, puluhan mahasiswa dari Gerakan Cipayung Pasuruan Raya datang ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan. Mereka berasal dari berbagai organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Muhammadiyah Muda Indonesia (MMI).
Pendekatan mereka tidak seperti demonstrasi yang biasanya penuh orasi keras dan kericuhan. Sebaliknya, mereka menyampaikan aspirasi mereka secara damai di hadapan pejabat penting seperti Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dan Wakil Bupati, Shobih Asrori. Mereka juga berkesempatan duduk lesehan di atas pelataran sambil menikmati terik matahari sore hari.
Kedatangan mahasiswa ini bertujuan untuk menyampaikan sejumlah isu penting dan strategis yang sedang ramai diperbincangkan di masyarakat. Isu-isu tersebut menyangkut berbagai hal yang dianggap vital demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pasuruan.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa mereka ingin menyampaikan aspirasi secara sopan dan tanpa kekerasan. "Kami datang bukan untuk berunjuk rasa yang anarkis, tapi ingin menyampaikan aspirasi secara damai dan mendapatkan solusi terbaik," ujarnya.
Melalui aksi ini, para mahasiswa berharap suara mereka bisa didengar dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Mereka menunjukkan bahwa aksi damai dan dialog tetap efektif untuk menyampaikan pendapat meskipun sedang dalam konteks menyampaikan isu penting.
Dalam suasana yang cukup hangat, pejabat daerah dan anggota DPRD terlihat menerima para mahasiswa dengan baik. Bahkan, mereka mengacungkan jempol kepada aksi tersebut sebagai contoh kegiatan yang positif dan penuh kedamaian.
Mahasiswa Pasuruan aksi damai isu strategis DPRD Gerakan Cipayung
