Korea Selatan bersiap untuk mencatat sejarah pada tahun 2025 dengan memperkenalkan buku teks yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) di semua kelas di seluruh negeri. Ini merupakan langkah yang sangat inovatif dan dapat mengubah cara siswa belajar di sekolah.
Buku teks ini dirancang untuk menilai tingkat pemahaman bacaan siswa dan menyesuaikan konten sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Hal ini berarti setiap siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang personal dan interaktif. Dengan teknologi ini, siswa diharapkan dapat belajar dengan lebih efektif sesuai dengan kecepatan dan cara mereka sendiri.
Beberapa raksasa teknologi, seperti LG dan Samsung, bersaing untuk menguasai pasar teknologi pendidikan, atau edtech, yang terus berkembang pesat. Sebagai bagian dari persiapan, LG telah memulai proyek "kelas masa depan" di 18 sekolah, yang akan menerapkan teknologi terbaru dalam proses belajar mengajar.
Inisiatif Korea Selatan ini merupakan bagian dari rencana digitalisasi pendidikan yang komprehensif selama 30 tahun. Rencana ini didukung oleh Korea Education Research and Information Service (KERIS), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui teknologi.
Selain itu, Korea Selatan juga berbagi pengetahuan dan keahliannya ke berbagai negara di dunia. Mereka telah menjalin kemitraan dengan UNESCO untuk membawa pendidikan berbasis AI ke sembilan negara di Afrika. Kerja sama ini menunjukkan komitmen Korea Selatan dalam membantu negara-negara lain mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik.
Dengan peluncuran buku teks berbasis AI ini, Korea Selatan tidak hanya ingin menjadi yang terdepan dalam inovasi pendidikan, tetapi juga berusaha untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih cerdas dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.
