Di hari Sabtu, 30 Agustus, Pondok Pesantren An-Nur 2 yang berada di Bululawang, Kabupaten Malang, menjadi pusat perhatian. Kehadiran Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Y. Moraza, bersama Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M. M., bertujuan untuk mendukung dan memotivasi para santri agar menjadi pelaku usaha atau yang disebut santripreneur.
Dalam kunjungan ini, mereka tidak hanya berbicara tentang peluang bisnis. Bupati Malang menjelaskan kondisi pertanian di daerahnya, khususnya tentang perkebunan tebu. Kabupaten Malang diketahui memiliki sekitar 43.000 hektar lahan tebu. Sayangnya, hasil rendemen tebu di sana masih rendah, yaitu sekitar 7-8 kg per ton tebu. Padahal, dulu mencapai 12 kg. Rendemen adalah jumlah gula yang bisa didapat dari tebu, jadi semakin tinggi rendemen, semakin banyak gula yang dihasilkan.
Bupati mengatakan, "Kami berharap ada langkah konkrit untuk meningkatkan efisiensi pabrik gula agar produksi maksimal dan limbah seperti ampas serta tetes bisa diminimalkan." Hal ini menjadi perhatian penting karena peningkatan efisiensi tidak hanya membantu petani dan pengusaha gula, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Y. Moraza, turut menyampaikan harapannya bahwa para santri setelah lulus dari pondok dapat mengembangkan usaha mereka sendiri. Ia menjelaskan bahwa kementerian berencana menumbuhkan dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah di pondok pesantren. Program ini bertujuan agar santri bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu membawa dampak positif bagi desa dan masyarakat sekitar.
Salah satu rencana besar dari pihak kementerian adalah mengadakan Festival UMKM di Pondok Pesantren Bululawang. Mereka berharap acara ini bisa menjadi momen penting untuk mencetak santripreneur yang handal dan mampu menjadi penggerak ekonomi di masyarakat. Menurut Wamen UMKM, "Pondok pesantren dapat menjadi inkubator bagi pengembangan usaha kecil dan menengah yang berkelanjutan serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat."
Selain itu, kerja sama antara Kementerian UMKM, pemerintah daerah, dan pondok pesantren diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam mengembangkan usaha di kalangan santri. Dengan program ini, diharapkan para santri nantinya tidak hanya belajar agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan yang kuat sehingga bisa mendukung perekonomian daerah.
Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan pondok pesantren bisa menjadi pusat inovasi dan pengembangan usaha kecil yang mampu membawa manfaat besar bagi masyarakat di sekitar mereka. Kita tunggu langkah-langkah nyata dari pihak terkait demi masa depan santri dan pengembangan ekonomi lokal.
Wakil Menteri UMKM Santripreneur Pondok Pesantren Kabupaten Malang Pengembangan Usaha
