Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyusun berbagai rencana untuk membantu para pedagang yang terdampak kebakaran besar di Pasar Pandaan pada hari Kamis, 28 Agustus 2025.
Salah satu rencana utama adalah memindahkan (relokasi) pedagang yang kehilangan tempat berjualan. Dengan relokasi ini, para pedagang diharapkan bisa kembali menjalankan usaha mereka secepat mungkin. Kebakaran di pasar ini menyebabkan banyak toko dan kios menjadi hangus, dan warga serta pedagang merasa perlu mendapatkan solusi cepat agar perekonomian mereka tidak berhenti.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menyebutkan bahwa langkah relokasi termasuk salah satu prioritas utama pemerintah. Ia mengatakan bahwa sesuai arahan dari Bupati Rusdi Sutejo, secepatnya relokasi harus dilakukan. “Relokasi menjadi salah satu fokus utama karena kami ingin para pedagang tidak lama kehilangan penghasilan,” ujarnya.
Untuk memulai proses relokasi, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Cipta Karya serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan bekerja sama. Mereka saling berkoordinasi untuk mengenali dan mengidentifikasi pedagang-pedagang yang terdampak. Setelah proses ini selesai, relokasi dapat segera dilakukan.
Menurut Shobih, proses pemetaan atau mapping sudah dilakukan sejak hari Jumat kemarin. Ia menambahkan bahwa proses ini harus selesai dengan cepat agar aktivitas pasar tidak berhenti terlalu lama dan warga tetap bisa berbelanja dengan lancar.
Shobih dan tim selain itu juga melakukan sidak atau inspeksi langsung ke lokasi pasar untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar. “Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan relokasi sehingga perekonomian warga di Pasar Pandaan tetap berjalan,” kata Shobih saat menyampaikan hasil inspeksi bersama anggota DPRD dan Ketua Komisi 4.
