Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Band NOAH Pilih Ponorogo sebagai Lokasi Syuting Proyek Side B yang Memukau

Band terkenal asal Indonesia, NOAH, melakukan proses syuting video musik di daerah Ponorogo, Jawa Timur. Mereka memilih tempat ini karena budaya dan pemandangannya yang sangat memikat. Selama dua hari, dari tanggal 12 hingga 13 Agustus 2025, band ini mengunjungi tiga tempat ikonik yang terkenal di daerah tersebut.

Ketiga lokasi yang dikunjungi adalah Telaga Ngebel yang terkenal dengan airnya yang jernih, Watu Semaur di Kecamatan Ngrayun, dan Bukit Kuik di Kecamatan Sambit. Pilihan lokasi ini tidak sembarangan, karena setiap tempat memiliki keindahan dan karakter visual yang sangat khas dan menarik untuk dijadikan latar belakang musik dan video.

Proses rekaman tersebut merupakan bagian dari segmen terbaru dari kanal YouTube resmi NOAH yang bernama Side B. Segmen ini menampilkan lagu-lagu yang jarang mereka bawakan saat konser besar atau festival. Yang unik lagi, proses pembuatan video ini dilakukan di berbagai tempat dengan latar belakang yang mempesona dan kaya akan budaya daerah.

Ariel, vokalis band NOAH, menyatakan bahwa pengalaman di Ponorogo sangat berkesan. Ia menceritakan perjalanan menuju Bukit Kuik yang menanjak dan cukup terjal, namun keindahan alamnya mampu menghapus rasa lelah. Di sana, ia bisa melihat awan dari dekat dan menikmati pemandangan hijau dari ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

"Bukit Kuik berkesan karena pemandangannya jarang dimiliki tempat lain. Kita bisa melihat awan dari dekat dan panorama indah di ketinggian," ujar Ariel saat media gathering di Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Jumat 14 Agustus 2025.

Sementara itu, Lukman, sang gitaris, mengaku bahwa tempat favoritnya di Ponorogo adalah Telaga Ngebel. Sebagai pecinta fotografi, dia terpikat oleh refleksi air yang indah, cahaya matahari terbit, dan suasana syahdu yang cocok untuk fotografi.

"Refleksi airnya, matahari terbit, dan suasananya, sangat cocok untuk difoto," ungkap Lukman dengan antusias.

Kehadiran NOAH di Ponorogo disambut hangat oleh Bupati Sugiri Sancoko. Dia berharap kehadiran band ini akan membantu memperkenalkan potensi wisata di Bumi Reog kepada wisatawan dari seluruh Indonesia. Menurutnya, Ponorogo memiliki kekayaan budaya, tempat wisata yang indah, dan nilai religi yang tinggi, tetapi aksesnya masih belum semudah di kota besar.

"Dari tol, diperlukan waktu sekitar satu jam, dan belum ada bandara di sini. Kehadiran NOAH semoga dapat menjadi pemicu agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo," kata Bupati Sugiri Sancoko.

Lokasi syuting ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan memperkenalkan keindahan alam serta budaya Ponorogo ke seluruh Indonesia. Banyak orang berharap, kegiatan ini akan menambah kekayaan wisata dan budaya di daerah tersebut.