Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus memahami cara mengelola uang mereka selama bekerja di luar negeri. Mereka tidak hanya harus mengirim uang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus memikirkan bagaimana uang itu bisa dipakai untuk hal yang lebih produktif.
Menurut Kang Bupati Sugiri Sancoko, remitansi atau kiriman uang dari PMI sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membeli keperluan harian. Sebaliknya, uang tersebut harus diarahkan ke investasi yang bisa memberikan manfaat jangka panjang. Ia mengatakan, “Remitansi yang dikirimkan sebaiknya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga diarahkan pada investasi yang produktif.”
Kang Bupati juga menuturkan, ia punya mimpi besar agar uang kiriman dari pekerja migran bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat dan memberi efek positif secara luas di masyarakat. Ia mengingatkan, “Jangan sampai investasinya mati dan tidak memberi efek domino.”
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa banyak PMI setelah pulang dari luar negeri justru menggunakan sebagian besar penghasilannya untuk keperluan konsumsi, seperti membeli barang-barang mewah. Setelah itu, mereka bingung menentukan langkah berikutnya. Untuk itu, Kang Bupati mengajak agar para PMI beralih ke pola pikir yang lebih produktif dan berorientasi masa depan.
Ia menyatakan, “Mari kita beralih ke gengsi produktif. Itu yang saya pikirkan bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk masa pasca-kerja di luar negeri.”
Selain pengelolaan uang, Kang Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan pengembangan potensi selama bekerja di luar negeri. Ia berharap setelah pulang ke tanah air, para PMI sudah memiliki bekal yang cukup untuk membuka usaha sendiri atau bekerja sesuai dengan keahlian mereka.
Kang Bupati menambahkan, “Sisa-sisa remitansi kita gunakan menjadi remitansi produktif. Kalau pekerja sudah hebat sumber daya manusianya di luar negeri, maka saat pulang punya modal luar biasa untuk berkembang.”
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyediakan berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi PMI yang telah selesai bekerja. Program ini meliputi pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, dan pengembangan usaha agar mereka bisa mandiri secara finansial dan mengatur masa depan dengan baik.
Dengan adanya edukasi dan pelatihan ini, diharapkan para pekerja migran mampu menjadi lebih mandiri dan berpenghasilan lebih baik setelah kembali ke tanah air. Ini merupakan langkah penting agar mereka tidak lagi hanya menjadi pengguna uang, tetapi juga pelaku ekonomi yang produktif dan inovatif.
Pengelolaan keuangan pekerja migran Indonesia investasi keterampilan mandiri
