Di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, limbah kotoran sapi yang sebelumnya dianggap sebagai masalah besar, kini berubah menjadi peluang ekonomi. Limbah ini, yang biasa disebut kohe, telah berhasil diolah menjadi pupuk bernilai tinggi dengan menggunakan teknologi dan budidaya cacing tanah.
Perubahan ini didukung oleh inovasi yang melibatkan penggunaan teknologi cacing tanah. Cacing tanah dikenal sebagai makhluk yang sangat membantu dalam pengolahan limbah organik. Mereka memakan limbah kotoran sapi dan mengubahnya menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman.
Pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, secara resmi meresmikan sebuah pabrik pembuatan kompos cair skala besar. Pabrik ini hasil kerjasama antara pemerintah daerah dan perusahaan PT Berkah Tani Lestari.
Peresmian pabrik ini diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah limbah peternakan, sekaligus meningkatkan perekonomian petani dan peternak di sekitar wilayah tersebut. Selain membantu lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang usaha yang menguntungkan bagi masyarakat sekitar.
"Ini adalah langkah besar dalam pengelolaan limbah sapi menggunakan teknologi ramah lingkungan. Saya berharap ini menjadi contoh bagi daerah lain," ujar Sugiri Sancoko saat peresmian.
Inovasi pengolahan limbah ini menunjukkan bahwa masalah limbah peternakan bisa diubah menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Dengan adanya pabrik ini, limbah kotoran sapi tidak lagi menjadi sampah, tetapi menjadi sumber penghasilan dan keberlanjutan lingkungan.
Pengolahan limbah sapi pupuk organik teknologi cacing tanah Ponorogo inovasi peternakan
