Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Wali Kota Mojokerto Tinjau Posyandu ILP dan Hadiri Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Islam Majapahit

Pagi hari ini di Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita, bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, melakukan peninjauan ke Posyandu Anggrek di Blooto. Posyandu ini adalah bagian dari program Posyandu ILP, yang merupakan singkatan dari Integritas Layanan Primer.

Posyandu ILP adalah sebuah layanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan dasar secara menyeluruh. Layanan ini tidak hanya untuk balita, tetapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Pemerintah Kota Mojokerto mendukung program ini agar masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan mudah dijangkau.

Selama kunjungan, Wali Kota Ning Ita dan Lina Desriana Arisandi juga membagikan vitamin A secara gratis kepada anak-anak balita. Vitamin A penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Kegiatan ini mendapatkan perhatian positif dari masyarakat karena memberikan manfaat langsung kepada anak-anak.

Di sore hari, Wali Kota neng Ita kembali tampil aktif. Ia didampingi oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Cak Sandi, dan Lina Desriana Arisandi, menghadiri acara Monitoring dan Evaluasi Kuliah Kerja Nyata atau KKN Tematik dari Universitas Islam Majapahit (UNIM) Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Taman Bahari Makapahit, Kelurahan Pulorejo, Mojokerto.

Wali Kota Ning Ita menyampaikan rasa terima kasih kepada para mahasiswa UNIM atas kontribusinya selama melaksanakan KKN di Kota Mojokerto. Menurutnya, kehadiran mahasiswa ini adalah contoh nyata dari semangat kolaborasi yang disebut pentahelix—kurikulum yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mudahnya akses edukasi ini diharapkan dapat membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan. Kepala daerah juga menambahkan, “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan inovasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.”