Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pelantikan 106 Pegawai Negeri Sipil di Kota Pasuruan, Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Publik

Pada hari Rabu, 20 Agustus, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang biasa dipanggil Mas Adi, secara resmi melantik sebanyak 106 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Acara ini berlangsung di Gedung Gradika Bhakti Praja dan dihadiri oleh banyak pejabat serta pegawai lainnya.

Dari 106 orang yang dilantik, sebagian besar, yaitu 101 orang, diangkat dalam jabatan fungsional tertentu melalui kenaikan jenjang karir. Ada juga 2 orang yang diangkat dalam jabatan fungsional tertentu untuk pertama kali, serta 2 pegawai yang pindah posisi, dan 1 orang lagi yang diangkat kembali ke jabatan tertentu.

Mas Adi dalam sambutannya menekankan pentingnya kinerja ASN di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa, selain pengawasan dari atasan, masyarakat umum juga aktif menilai kinerja dan perilaku para pegawai negeri. “Publik tidak hanya menilai hasil kinerja, tetapi juga perilaku kita. Pegawai pemerintah harus menjadi contoh yang baik,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa di masa lalu, banyak orang menganggap PNS sebagai zona yang sangat nyaman. Bahkan, banyak anak bangsa yang bermimpi menjadi abdi negara karena dianggap pekerjaan yang stabil dan aman. Namun, Mas Adi menegaskan bahwa zona nyaman bukan berarti tidak ada evaluasi dan monitoring. Tugas utama ASN adalah melayani masyarakat, bukan hanya menjaga kehidupan pribadi masing-masing.

Sesuai visi dan misinya, Mas Adi menanamkan pola pikir bahwa ASN harus jadi pelayan masyarakat yang profesional. Ia mengatakan, dalam lima tahun ke depan, dirinya bersama Wakil Wali Kota Pasuruan, Mas Nawawi, akan fokus mendorong layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di kota ini agar semakin maju dan dekat dengan masyarakat.

Kota Pasuruan sendiri, menurut Mas Adi, tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, kota ini harus mampu berkembang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para ASN. Ia menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya, ingin menerapkan sistem merit atau penilaian berbasis kapasitas dan integritas yang objektif dan tidak tergesa-gesa.

“Penataan sumber daya ASN harus sesuai kemampuan dan integritas mereka. Kita harus menggunakan indikator-indikator yang terukur untuk memastikan kinerja yang baik,” jelas Mas Adi.

Harapan Mas Adi kepada para PNS yang baru dilantik adalah agar mereka segera memberikan kontribusi nyata. Mereka diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan kinerja yang positif. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik dan berkualitas.