Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

SMPN 1 Ponorogo Tampilkan Seni dan Budaya dalam Perayaan Hari Ulang Tahun ke-79

SMPN 1 Ponorogo tidak hanya fokus dalam mengajarkan pelajaran akademik dan teknologi kepada siswa-siswinya. Sekolah ini juga sangat menekankan pentingnya seni dan budaya dalam pembentukan karakter anak-anak didiknya.

Dalam acara memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 sekolah yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 8 Agustus 2025, di halaman sekolah, dua siswa cilik bernama Arganata Prayudiatama dan Dewangga Risang Probo Aji tampil menampilkan sebuah pertunjukan seni. Mereka memainkan lakon bertajuk "Dewa Ruci" yang terkenal dari cerita wayang dan kepahlawanan Indonesia.

Yang membuat acara ini lebih istimewa, pertunjukan mereka diiringi oleh Grup Karawitan Sri Manunggal, sebuah kelompok musik tradisional yang anggotanya juga dari para siswa SMPN 1 Ponorogo. Grup ini baru saja memenangkan gelar juara dalam Festival Karawitan Pelajar yang diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo yang ke-529.

Seorang pejabat yang hadir, yaitu Kang Bupati Ponorogo, tampak senang dan bangga saat menyaksikan penampilan para siswa tersebut. Ia mengatakan bahwa SMPN 1 Ponorogo tidak hanya sekadar tempat belajar akademik. Menurutnya, sekolah ini adalah "Kawah Candradimuka," sebuah tempat dimana para siswa ditempa menjadi pribadi yang utuh secara ilmu, mental, spiritual, dan budaya.

"Ini adalah tempat untuk membentuk karakter kebangsaan dan kepribadian. Orang yang hebat itu tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga memiliki iman yang teguh dan hati yang lembut," ujar Kang Bupati. Ia berharap, melalui perayaan ini dan kegiatan lainnya, SMPN 1 Ponorogo semakin memperkuat peran dalam membentuk generasi berkarakter.

Sejarah panjang sekolah ini pun kembali diceritakan. Pada tahun 1946, di tengah situasi perang kemerdekaan dan sulitnya transportasi, hanya ada satu SMP di daerah Karesidenan Madiun saat itu, yaitu SMP Negeri 1 Madiun. Tiga tokoh pendidik—Parwoto Hadiwijoyo, Kamil Pranowo, dan R. Suryo Martono—berinisiatif mendirikan SMPN 1 Ponorogo sebagai upaya meningkatkan pendidikan di daerah tersebut.

Semangat perjuangan yang dimiliki para pendiri inilah yang menjadikan SMPN 1 Ponorogo sebagai pionir pendidikan tingkat menengah pertama dan melahirkan banyak tokoh hebat di masa depan. Sekolah ini juga dikenal sebagai tempat yang menumbuhkan karakter dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Dengan semangat panjang dan keberhasilan dalam membentuk generasi berkualitas, SMPN 1 Ponorogo terus berupaya menjadi sekolah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga penuh nilai kebudayaan dan karakter bangsa. Semangat perjuangan dan komitmen ini menjadikannya tempat yang istimewa bagi anak-anak muda di Ponorogo dan sekitarnya.