Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peluncuran Museum Peradaban Ponorogo sebagai Langkah Membangun Jejak Sejarah di Kota Reog

Pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo meluncurkan sebuah museum baru yang bernama Museum Peradaban Ponorogo Transit. Museum ini dibangun di Gedung Pusdalops Ponorogo dan menjadi tempat singgah sementara bagi berbagai koleksi bersejarah dari daerah tersebut.

Museum ini dirancang sebagai tempat yang disebut “transit”. Artinya, tempat ini akan menyimpan benda-benda bersejarah sebelum akhirnya dipindahkan ke Monumen Reog Ponorogo yang terkenal dengan pertunjukan seni Reog. Di dalam museum ini, sudah ada deretan meja panjang yang siap menampung barang-barang bersejarah. Barang-barang tersebut meliputi fragmen arca, batu candi, prasasti, hingga alat rumah tangga dari masa lalu masyarakat Ponorogo.

"Museum peradaban Ponorogo menjadi tempat sementara untuk menyimpan apa saja yang berhubungan dengan sejarah Ponorogo, dari zaman sebelum Masehi hingga saat ini," ungkap Kang Bupati Sugiri Sancoko. Ia menjelaskan bahwa koleksi benda-benda tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga akan diteliti dan dibuat narasinya.

Sugiri Sancoko menambahkan bahwa koleksi-koleksi ini akan diubah menjadi bentuk digital. "Kita tidak hanya mengumpulkan, meneliti, dan menulisnya, tapi juga mentransfernya ke dalam bentuk digital agar dapat menjadi sumber sejarah yang mudah diakses," ujarnya.

Meski saat ini koleksi yang ada masih sedikit, ia berharap kedepannya dapat bertambah banyak. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki artefak, dokumen, atau literatur bersejarah, untuk dihibahkan ke museum ini. "Mohon untuk dihibahkan ke negara, biar menjadi sumber sejarah untuk anak cucu kita," tegasnya.

Kang Bupati Sugiri Sancoko berharap, keberadaan Museum Peradaban Ponorogo dapat menjadi sumber cerita dan pengetahuan bagi masyarakat Ponorogo. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya membangkitkan kembali kesadaran akan sejarah daerah. "Hari ini kita bangkit bersama dari kepikunan sejarah, kita mulai dari sekarang. Ketika anak cucu kita memahami sejarah, mereka akan merasa percaya diri dan bangga akan identitas mereka," tuturnya dengan penuh semangat.