Pada hari Senin, 5 Agustus, Pemerintah Kota Batu mengadakan rapat penting yang membahas langkah-langkah akselerasi pengelolaan sampah di kota tersebut. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Heli Suyanto, serta pejabat-pejabat dari berbagai satuan kerja pemerintah. Hadir pula para camat dan tim dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Acara ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, yang beberapa waktu lalu datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. Menteri tersebut memberi arahan agar pemerintah daerah mempercepat pengelolaan sampah dan mengurangi volume sampah yang dihasilkan di kota itu.
Dalam rapat tersebut, pemerintah setempat menyepakati lima langkah strategis penting. Langkah pertama adalah mengurangi timbulan sampah sebesar 44.000 ton setiap tahun, yang berasal dari rumah tangga dan kawasan industri maupun komersial. Selain itu, mereka merencanakan pelaksanaan program dekomposer yang akan dilakukan di desa dan kelurahan, dengan membagikan sekitar 10.000 paket komposter untuk warga supaya bisa mengelola sampah organik sendiri di rumah.
Selain itu, langkah lain yang dirancang adalah kampanye Green Nation yang berisi kegiatan bersih-bersih kota dan panen raya kompos. Ini akan dilakukan dengan melibatkan masyarakat agar mereka turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah juga akan memperkuat kelembagaan dan infrastruktur Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat (TPS3R) dan rumah kompos di tingkat kecamatan serta RW, agar pengelolaan sampah lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Batu akan menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah hingga tahun 2026. Rencana ini akan melibatkan pendanaan dari berbagai sumber seperti APBD, dana desa, Corporate Social Responsibility (CSR), serta bantuan dari pihak ketiga. Target dan langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan kota yang bersih dan ramah lingkungan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat paling kecil, yaitu dari rumah. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga untuk memisahkan sampah sejak dari rumah. "Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Kita perlu kolaborasi dari semua sektor dan partisipasi aktif masyarakat agar kota ini bisa menjadi contoh kota wisata yang bersih dan lestari," katanya.
Nurochman juga menyampaikan bahwa selain pembangunan infrastruktur, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia berharap kota Batu bisa menjadi kota yang bersih, hijau, dan tetap menarik sebagai destinasi wisata internasional.
Acara rapat ini menjadi awal dari langkah nyata seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Batu. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, kota ini diharapkan akan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk dihuni dan dikunjungi.
Pemkot Batu pengelolaan sampah kota bersih lingkungan program sampah
