Pada hari Senin, 4 Agustus 2025, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang dikenal dengan panggilan Ning Ita, hadir di Balai Kota Mojokerto. Ia didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, juga dikenal sebagai Cak Sandi. Mereka bertemu langsung dengan perwakilan anak-anak dari seluruh kota Mojokerto dalam sebuah acara yang disebut Temu Anak dengan Kepala Daerah.
Acara ini dilakukan di ruang Sabha Mandala Madya. Tujuannya adalah agar anak-anak di Mojokerto bisa menyampaikan ide dan harapan mereka kepada pemimpin kota. Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung. Selain itu, acara ini juga mendukung kota Mojokerto untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA). KLA adalah sebuah program dari pemerintah yang bertujuan membuat kota menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah untuk anak-anak.
Dalam acara ini, Ning Ita juga menyerahkan piagam penghargaan kepada SDN Kranggan 1. Sekolah ini mendapatkan pengakuan sebagai satuan pendidikan ramah anak dengan standar nasional. Tidak hanya sekolah, perpustakaan di beberapa lokasi juga mendapatkan penghargaan. Perpustakaan SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, dan ruang terbuka hijau di Alun-Alun Wiraraja meraih predikat Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) tingkat nasional kategori Pratama. PISA adalah program yang mendukung perpustakaan agar bisa menjadi pusat informasi yang ramah dan bermanfaat untuk anak-anak.
Selain itu, kategori Sekolah Ramah Anak tingkat kota juga diberikan. Juara pertama tingkat SMP/MTS se-Kota Mojokerto diraih oleh SMP Negeri 4. Sedangkan, juara satu tingkat SD/MI se-Kota Mojokerto diraih oleh SDN Gedongan 1.
Di hari yang sama, Ning Ita dan Cak Sandi juga mengikuti kegiatan lain yang seru dan penuh semangat. Mereka melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mendukung kemajuan dan kreativitas anak-anak di Mojokerto. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk terus memperhatikan dan memajukan generasi muda dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
Acara ini sekaligus menjadi momen istimewa di mana suara anak-anak didengar langsung oleh pemimpin daerah. Harapannya, Mojokerto bisa menjadi kota yang benar-benar ramah dan menyenangkan bagi seluruh anak-anaknya, sesuai cita-cita mencapai Indonesia Layak Anak tahun 2030.
Wali Kota Mojokerto Temu Anak Penghargaan Sekolah Ramah Anak Kota Layak Anak Perpustakaan Nasional
