Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peresmian Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana di Pasuruan

Pada hari Kamis, 31 Juli 2025, Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) di Kabupaten Pasuruan resmi dibuka. Acara peresmian ini berlangsung di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti dan ditandai dengan penekanan tombol oleh beberapa pejabat penting, termasuk Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto. Turut hadir Wakil Bupati Pasuruan, HM. Shobih Asrori, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, serta Glen Askew sebagai Konsulat Jenderal Australia.

Gatot menyatakan bahwa peluncuran ULD PB adalah langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini BPBD, dalam upaya penanggulangan bencana yang menyeluruh. Ia menekankan pentingnya melibatkan kelompok penyandang disabilitas dalam setiap tahapan penanganan bencana. “Hari ini kita luncurkan ULD PB di lima kabupaten, yaitu Pacitan, Lumajang, Pasuruan, Sampang, dan Malang. Kita libatkan para penyandang difabel untuk bisa berperan aktif dalam penanganan kebencanaan,” ujarnya.

Setelah peluncuran, Gatot menegaskan bahwa BPBD daerah harus berupaya untuk membuat ULD PB menjadi efektif dan bermanfaat bagi para penyandang disabilitas. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Penanganan, Perlindungan, dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. “Setiap penyandang disabilitas harus memiliki akses dan fasilitas penanganan kebencanaan. Maka, setiap BPBD di daerah perlu bersama-sama menyusun pedoman kerja dan dokumen terkait lainnya,” tambahnya.

Dengan adanya ULD PB, diharapkan penyandang disabilitas dapat lebih terlibat dalam usaha penanggulangan bencana, yang merupakan hal penting mengingat setiap orang, tanpa terkecuali, harus mendapatkan perlindungan dan dukungan saat menghadapi bencana.