Frank Yu, seorang pria berusia 33 tahun, memiliki pengalaman menarik yang terjadi pada tahun 2016 di hotel Mandarin Oriental Tokyo. Saat itu, ia bertemu dengan teman-teman yang baru saja menghadiri acara baby shower. Teman-temannya mendapatkan hadiah popok yang berbeda dari yang biasanya ditemui di Amerika. Popok tersebut terasa lembut dan nyaman, seperti cashmere, bukan plastik yang kaku.
Pertemuan tersebut membawa Yu untuk berpikir keras. Dengan bekal pendidikan dari London Business School dan pengalaman bekerja di bank investasi, ia memulai misi untuk menciptakan popok sekali pakai yang terasa lebih nyaman bagi pasar Amerika. “Saya tahu saya ingin membuat sesuatu yang berbeda,” ujarnya, menggambarkan ambisinya.
Setelah beberapa saat, Yu berhasil mendapatkan akses ke laboratorium berkat mentornya, Carlos Richer, CEO Diaper Testing International. Meskipun Yu berada di New York City sebagai seorang pria muda tanpa anak, ia tetap memiliki keinginan besar untuk berinovasi di dunia perawatan bayi. Banyak investor bertanya-tanya tentang keputusan Yu untuk terjun ke industri perawatan bayi yang tampaknya tidak cocok untuknya.
Saat ini, berkat kerja keras dan dedikasinya, Yu berhasil meluncurkan merek popok bernama Coterie. Inovasi ini menghadirkan popok dengan kualitas premium yang nyaman dan memenuhi kebutuhan orang tua modern di Amerika. Kisah Frank Yu adalah contoh bagaimana ide brilian dapat muncul dari pengalaman yang tak terduga.
