Pemerintah Kabupaten Pasuruan sedang mengalami kesulitan dalam menjaring calon peserta didik untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Rakyat. Kendala ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pasuruan, Fathurahman, saat ia mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi III pada hari Kamis, 31 Juli 2025.
Fathurahman menjelaskan, salah satu masalah utama adalah keberatan dari orangtua calon siswa. Banyak orang tua yang merasa tidak tega jika anak-anak mereka yang masih sangat muda harus tinggal di asrama. Ini menjadi perhatian yang serius.
“Ada yang anaknya mau, tetapi orang tuanya tidak tega karena alasan masih kecil dan harus tinggal di asrama,” ungkap Fathurahman. Pernyataan ini menunjukkan adanya dilema yang dirasakan oleh keluarga terkait pendidikan anak.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala, Fathurahman memastikan bahwa pencarian calon siswa tetap dilanjutkan. Upaya ini melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di 24 kecamatan. Program ini bertujuan untuk membantu keluarga miskin dan rentan miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Fathurahman melanjutkan, “Para pendamping PKH terus menyisir langsung ke lapangan. Kami melakukan pendekatan sekaligus home visit untuk meyakinkan bahwa program Sekolah Rakyat ini benar-benar membantu masyarakat kurang mampu agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.”
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan peluang bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk menerima pendidikan yang baik, meskipun harus mengatasi tantangan seperti tinggal di asrama.
