Pemerintah Kota Pasuruan terus meningkatkan upaya untuk menurunkan angka stunting yang terjadi di kalangan anak-anak. Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya, yang sering disebabkan oleh kekurangan gizi dan pola asuh yang kurang baik. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui kegiatan Grebek Stunting. Kegiatan ini kembali diselenggarakan di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Bugul Lor dan Kebonagung, pada Senin (28/7/2025).
Dalam acara tersebut, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.Tp., M.Si., melakukan kunjungan langsung sesuai dengan fokus kegiatan, yaitu menjangkau anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Di Kelurahan Bugul Lor, sebanyak 25 anak dan di Kelurahan Kebonagung sebanyak 39 anak menjadi sasaran kegiatan ini. Rangkaian kegiatan mencakup Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), makan bersama, serta pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan keluarga yang berisiko.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Harapan kita semua adalah agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan kuat. Untuk mencapainya, orang tua juga harus hebat, karena anak yang hebat lahir dari pendampingan yang hebat. Stunting bukan hanya soal asupan gizi, tetapi juga pola asuh,” ujarnya dengan tegas.
Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Pasuruan pada tahun 2023 tercatat sebesar 11,7 persen. Pemerintah Kota memiliki target untuk menurunkan angka tersebut hingga di bawah 5 persen pada tahun 2025. “Menyiapkan Generasi Emas 2045 harus dimulai sejak dini, karena 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fondasi emas bagi tumbuh kembang anak,” ungkap Mas Adi.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa para orang tua, baik ibu maupun ayah, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kesehatan anak. Mereka diharapkan untuk memberikan ASI eksklusif, menyediakan makanan bergizi, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi anak-anak. “Biarkan anak aktif bermain. Stimulasi fisik juga penting. Bila orang tua sudah memiliki pengetahuan yang utuh, tinggal mengimplementasikannya dengan perhatian penuh kepada anak-anak,” tambahnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Pasuruan dapat bersama-sama berperan aktif dalam menanggulangi stunting demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
