Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Meriahnya Grebeg Tutup Suro di Kota Kulon, Ponorogo

Tradisi Grebeg Tutup Suro di Kota Kulon, Kabupaten Ponorogo, berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan Grebeg Suro yang diadakan di pusat kota. Salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah Buceng Porak.

Pada Rabu, 23 Juli 2025, prosesi Buceng Porak dimulai dengan kirab yang berlangsung dari Pendopo Kecamatan Kauman menuju Monumen Bantarangin. Kirab ini diikuti oleh lima buceng raksasa, yang diisi dengan berbagai hasil bumi seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Masyarakat tampak antusias menyambut arak-arakan tersebut, dengan ribuan warga berbaris sepanjang rute sejauh dua kilometer.

Setibanya di Monumen Bantarangin, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita. Setelah doa, kelima buceng raksasa tersebut langsung diperebutkan oleh warga. Ini merupakan gambaran kegembiraan dan simbol berbagi rezeki di antara masyarakat.

Bunda Lisdyarita menjelaskan bahwa tradisi ini adalah bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang telah diberikan. Ia mengungkapkan, “Buceng Porak adalah salah satu tradisi yang ada di Monumen Bantarangin. Ini wujud sedekah bumi dari hasil alam.”

Selain itu, Bunda Lisdyarita berharap bahwa Tradisi Buceng Porak tidak hanya menjadi daya tarik budaya tetapi juga mampu mempererat kebersamaan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan menguatkan semangat gotong royong, dengan mengatakan, “Semoga seluruh masyarakat Ponorogo diberi kesehatan, panjang umur, sejahtera. Kita lestarikan bersama tradisi Buceng Porak Grebeg Tutup Suro ini nggeh.”

Dengan semangat tersebut, Grebeg Tutup Suro dan tradisi Buceng Porak menjadi momen yang sangat berarti bagi masyarakat Ponorogo, memperkuat rasa kebersamaan dan berbagi dalam kehidupan sehari-hari.